Velodiva kembali membuat gebrakan. Kali ini teknologi karya anak bangsa yang bisa mentransparansikan royalti musik itu menjalin kerja sama dengan Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo).
Di tengah perkembangan sektor ritel, Aprindo mengambil langkah progresif dengan menjadikan teknologi sebagai fondasi dalam meningkatkan standar operasional, termasuk dalam pengelolaan musik di ruang komersial. Kerja sama dengan Velodiva menjadi langkah strategis yang tidak hanya menjawab kebutuhan industri saat ini, tetapi juga memberikan arah baru dalam membangun sistem pengelolaan musik yang lebih tertib dan terukur.
"Ritel Indonesia terus berkembang, dan standar operasionalnya selalu meningkat. Musik bukan lagi sekadar pelengkap, tetapi sudah menjadi bagian dari pengalaman pelanggan yang perlu dikelola secara profesional. Kerja sama ini menjadi bentuk dukungan nyata Aprindo kepada anggota dalam menjawab kebutuhan tersebut," ujar Ketua Umum Aprindo, Solihin, dalam keterangan resmi, Rabu (8/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Velodiva turut dipuji terkait teknologinya untuk dunia musik. Solihin percaya hal itu bisa membuat tata kelola royalti menjadi baik.
"Tanpa sistem pelaporan yang akurat, sulit memastikan bahwa distribusi royalti berjalan secara adil dan transparan. Karena itu, teknologi menjadi kunci dalam membangun tata kelola yang lebih baik," tuturnya.
CEO Velodiva, Vedy Eriyanto, senang terkait kerja sama dengan Aprindo. Ia menyampaikan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya lisensi musik menunjukkan tren yang sangat positif dalam beberapa tahun terakhir.
"Pelaku bisnis di Indonesia kini telah memasuki fase yang jauh lebih matang dibandingkan sebelumnya. Edukasi yang dilakukan secara konsisten oleh tim Velodiva dalam 1-2 tahun terakhir telah membuahkan hasil yang membanggakan. Para pengguna musik di ruang komersial, termasuk anggota Aprindo, kini memahami bahwa dengan teknologi Velodiva, karya rekaman anak bangsa dapat diputar secara resmi, sekaligus memastikan seluruh aktivitas terdokumentasi secara transparan untuk mendukung distribusi royalti yang adil," katanya.
(mau/pig)











































