Takut Rusuh, Ungu Dilarang Manggung Polisi
Senin, 02 Apr 2007 12:14 WIB
Jakarta - Minggu (1/3/2007), Ungu dijadwalkan manggung di Plaza Timur Senayan. Sayang, hingga satu hari sebelum pertunjukkan pihak kepolisian tak memberikan izin. Akhirnya, Ungu tak jadi manggung di kota asalnya sendiri.Takut rusuh jadi alasan utama mengapa akhirnya pihak berwajib melarang Ungu menggelar konser di Senayan. Jika pemboikotan jadwal pentas Ungu ini terkait dengan masalah tragedi konser di Pekalongan, Ungu menilai ini tidak adil."Kalau band gue diartikan identik dengan rusuh ya nggak fair. Kalau alesannya kemarin itu nggak jadi manggung karena itu, ya gue agak kecewa," ujar Makki, sang basis, kepada detikhot, Senin (2/4/2007).Satu konser yang menewaskan 10 korban jiwa di Pekalongan 19 Desember lalu membuat imej Ungu berubah. Padahal menurut penuturan Makki, band yang mempopulerkan hits 'Demi Waktu' sepanjang karirnya telah melakukan ratusan konser di berbagai daerah."Katanya kalau konser di Senayan itu memang sering rusuh, tapi jangan identikkan Ungu sebagai biang kerusuhan dong. Dari 2005 sampai 2007, Ungu dah konser sekitar 200 sampai 300 kali. Terus yang kayak gitu bisa dong diitung jari. Harusnya kalau gue mengundang rusuh ya dimana-mana rusuh," canda Makki.Kendati dicap demikian, Ungu juga tak bisa begitu saja menyalahkan satu pihak. Kondisi ini tercipta dengan sendirinya. Yang paling bisa dilakukan oleh band yang digawangi oleh Pasha (vokal), Makki (bass), Enda (gitar), Onci (gitar) dan Rowman (drum) itu hanyalah membuktikan diri. Berjalan dengan visi mereka bermusik dengan sebaik-baiknya. (yla/yla)











































