Java Jazz 2007
Jamie Cullum Heboh, Level 42 Memukau
Senin, 05 Mar 2007 02:15 WIB
Jakarta - Sejak Jumat (2/3/2007) ajang Java Jazz Festival digelar untuk ketigakalinya. Bertempat di Jakarta Convention Center, 15 panggung digelar untuk memuaskan dahaga pecinta musik akan suguhan Jazz. Di hari pertama ratusan ribu orang memadati Jakarta Convention Center Senayan, rupanya situasi itu pun tak jauh berbeda pada hari kedua dan ketiga. Bahkan mereka yang belum sempat kebagian penampilan musisi idolanya "balas dendam" berburu habis-habisan di hari terakhir.Jamie Cullum jadi tamu andalan. Kendati pertunjukan penembang 'Everlasting Love' itu telat hampir satu jam dari yang dijadwalkan, antusias penonton tak surut. Mereka bahkan rela mengantri agar dapat tempat yang paling nyaman.Saking lama ngantri para penonton pun rela duduk-duduk membentuk barisan menuju pintu masuk Plennary Hall, tempat musisi asal Inggris itu beraksi. Jamie memang artis andalan dalam ajang kali ini.Untuk dapat menikmati penampilannya, penonton harus mengeluarkan kocek Rp 800 ribu. Belum termasuk tiket masuk harian seharga Rp 300 ribu.Tak mau mengecewakan penggemarnya, Jamie pun membayar antusias penonton dengan aksi yang atraktif. Permainan piano lincah yang jadi ciri khas Jamie pun sukses mengundang histeria penonton. Selain Jamie, di deretan musisi dalam negeri ada Melly Goeslaw yang membawa rombongan BBB (Bukan Bintang Biasa), Ruth Sahanaya, The Groove, Soul ID, dan masih banyak lagi. Sedangkan musisi yang kebagian tampil di hari terakhir juga tak kalah menarik. Ada Victor Duplaix, David Benoit, Lisa ono, Tortured Soul dan banyak lagi.Dari dalam negeri yang spesial adalah persembahan dari Krakatau. Dalam aksinya yang bertema 'The Journey of Krakatau' dan 'Tribute to Karimata' menampilkan banyak penyanyi indonesia yang berkolaborasi dengan mereka, membawakan lagu-lagu Krakatau dan Karimata.Penampilan Bubi Chen juga The Groove pun tak kalah memikat. Masing-masing musisi pastinya punya keunggulan dan pecinta jazz pun tak ingin melewatkannya.Namun perburuan jazz harus berakhir. Di panggung Plennary Hall Level 42 menutup perjumpaan. Walau tanpa lagu andalan 'Forever Now', pengagum band yang digawangi Mark King itu tetap menebar senyum ketika grup asal Inggris itu mengakhiri aksinya. Betotan bass Mark King yang prima memang mampu memuaskan ribuan orang yang memadati area konser. Walau keterlambatan jadwal show masih mendominasi jalannya acara, penonton tampaknya tidak ambil pusing. Selain menonton Jazz, mereka juga ramai menyerbu toko mechandise dan berbagai stand yang menyediakan jasa pijat sampai ramal nasib. Sampai jumpa tahun depan! (fta/fta)











































