Terungkap! Alasan Avicii Bunuh Diri

Pingkan Anggraini - detikHot
Jumat, 31 Des 2021 13:04 WIB
DJ Avicii
Foto: DJ Avicii (Instagram Avicii)
Jakarta -

DJ asal Swedia, Avicii meninggal dunia pada 20 April 2018. Avicii dikonfirmasi meninggal dunia karena bunuh diri.

Kali ini, buku harian milik Avicii ditemukan. Catatan itu akan dipublikasikan dalam buku garapan Mans Mosesson Tim - The Official Biography of Avicii yang rencana akan dirilis pada Januari 2022.

Diketahui, Avicii sebelum meninggal dunia mengalami sakit yang cukup mengkhawatirkan.

Pada 2015, Avicii menghabiskan waktu di pusat rehabilitasi Ibiza Calm. Selama menjalani perawatannya, Avicii menuliskan rasa sakit yang dialami pada buku diarinya.

Adapun dalam buku diari Avicii mengeluhkan rasa sakitnya. Selama menjalani perawatan, ia dilarang untuk minum bir dan hal itu membuat Avicii merasa tersiksa.

Dokter menyarankan agar Avicii menahan untuk tidak minum bir sekitar 1 tahun. Namun kekasihnya justru memperbolehkan jika tetap berhati-hati. Adapun isi buku diari Avicii sebagai berikut:

"Saya mengalami kesulitan menerima untuk tidak pernah minum lagi meskipun sangat disarankan dari semua dokter untuk menunggu, setidaknya satu tahun bahkan sebelum minum bir," tulis Avicii, dikutip detikcom, dari New York Post Jumat (31/12/2021).

dj aviciidj avicii Foto: Instagram

"Tentu saja, saya tidak mendengarkan kata-kata dokter, saya malah mendengarkan pasangan yang bilang tidak apa-apa jika saya berhati-hati. Saya bodoh dan naif dan melangsungkan tur dunia, masih dalam tur yang tidak pernah berakhir, karena setelah anda mengelilinginya sekali, coba tebak?" lanjut Avicii.

Dalam buku diari, Avicii juga menyebut masa pengobatannya di rumah sakit adalah hari-hari paling bebas dari kecemasan dan stres. Baginya, momen itu menjadi liburan untuknya.

"Kau mulai dari awal lagi. Hari-hari di rumah sakit adalah hari-hari yang paling bebas dari kecemasan dan stres yang dapat saya ingat selama enam tahun terakhir. Itu adalah liburan saya yang sebenarnya, kedengarannya menyedihkan," lanjutnya.

"Kelegaan dari rasa sakit yang luar biasa menjadi tidak ada, mengetahui bahwa tidak ada yang mengharapkan apa pun selain menunggumu (yang merupakan satu-satunya cara mengobati pankreatitis) dan kemudian pulih sangat besar," tulisnya.

"Itu sangat melegakan mengingat jadwal gila yang saya pertahankan sampai saat itu," lanjutnya.

Diketahui, Avicii meninggal dunia pada 2018 di Kota Muscat, Oman. Usianya saat itu 28 tahun.

Avicii bunuh diri menggunakan pecahan kaca sebuah botol.

Satu hari sebelum Avicii meninggal dunia, seorang kenalan ayahnya melaporkan sesuatu. Saat itu teman ayahnya menjelaskan bahwa kondisi Avicii tidak baik.

Avicii saat itu tidak makan atau berbicara sedikit pun. Hal itu menjadi kekhawatirannya.

Orang itu kemudian menelepon ayah Avicii untuk memberi tahu tentang kepergian anaknya itu.

Adapun pesan terakhir Avicii yang berbunyi, "penumpahan jiwa adalah keterikatan terakhir, sebelum dimulai kembali!".

Jika Anda memiliki pemikiran bunuh diri, jangan ragu untuk segera hubungi psikolog dan psikiater terdekat. Kunjungi laman www.intothelightid.org/cari sebagai laman yang didedikasikan untuk mencari layanan kesehatan mental terdekat. Laman pertolongan pertama bagi orang dengan pemikiran bunuh diri juga dapat dibaca di www.intothelightid.org/tolong.



Simak Video "Reaksi Busy Philipps Diamankan Polisi Saat Protes Pencabutan Hak Aborsi"
[Gambas:Video 20detik]
(pig/tia)