ADVERTISEMENT

Tolak Uji Materi UU Hak Cipta Musica di MK, Rhoma Irama: Keserakahan Kembali Muncul!

Pingkan Anggraini - detikHot
Selasa, 28 Des 2021 14:38 WIB
Rhoma Irama
Foto: Hanif/detikHOT
Jakarta -

Rhoma Irama beserta deretan musisi lainnya bersatu untuk menolak gugatan uji materi Undang Undang Hak Cipta yang diajukan oleh salah satu perusahaan rekaman, Musica Studio's.

Uji materi Undang Undang Hak Cipta itu diajukan oleh Musica Studio's di Mahkamah Konstitusi melalui kuasa hukum mereka, Otto Hasibuan pada 12 November 2021.

Deretan musisi yang tergabung bersama Rhoma Irama adalah Candra Darusman, Acil Bimbo, Sam Bimbo, dan Marcel Siahaan.

Dalam hal ini, Rhoma Irama menegaskan adanya keserakahan lagi dari pihak penggugat. Kemudian ia teringat dunia musik dulu yang juga pernah mengalami hal serupa.

"Keserakahan kembali muncul!" ujar Rhoma Irama pada jumpa pers di Depok, Jawa Barat, belum lama ini.

"(Seperti) yang terjadi pada era-era dulu ya," tegas Rhoma Irama lagi.

Bagi Rhoma Irama, kondisi seniman saat ini sangat dirugikan. Lalu munculah gagasan yang kemudian tercetus Undang Undang Hak Cipta Nomor 28 yang dianggap sebagai bala bantuan untuk musisi.

Menurut Rhoma Irama, Undang Undang itu telah berjalan sesuai porsinya. Namun pihak Musica Studio's justru ingin meminta Undang Undang itu diuji kembali.

"Kepemilikan lagu yang telah kita buat transaksi itu untuk seumur hidup, kemudian Alhamdulillah dengan gagasan teman-teman DPR jugaa presiden pada tahun 2014, maka munculah undang-undang hak cipta nomor 28 yang itu betul-betul telah menegarkan kita," jelas Rhoma Irama.

Rhoma Irama bahkan menyebut Musica terlalu serakah karena ingin mengubah isi dari kedua pasal yang sudah disetujui oleh pemerintah itu.

Diketahui, saat ini Musica mempersoalkan empat pasal yang ada di dalam UU Hak Cipta Nomor 28 Tahun 2014, yakni Pasal 18, Pasal 30, Pasal 122, dan Pasal 63 ayat (1) huruf (b).

Candra Darusman pun menambahkan, pasal-pasal tersebut adalah hal yang justru sangat diperlukan para musisi.

Pasal tersebut dianggap penting karena bisa mempermudah proses tawar menawar antara pencipta dengan penyanyi.

"Pasal 18 dan 30 ini dihapus oleh perusahaan rekaman, sehingga bisa jadi posisi tawar-menawar dari pencipta dan penyanyi melemah dan praktek jual putus dengan harga yang sangat murah itu kembali terjadi," ujar Candra Darusman.



Simak Video "Rhoma Irama Happy Bisa Gelar Open House Bareng Fans Lagi"
[Gambas:Video 20detik]
(pig/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT