Eksklusif! Billkin di Antara Musik dan Akting

Atmi Ahsani Yusron - detikHot
Jumat, 22 Okt 2021 20:26 WIB
Billkin
(Foto: dok. Instagram @bbillkin) Dalam wawancara eksklusif bareng detikcom, Billkin mengisyaratkan dirinya ada di antara dua pilihan sulit yang menyenangkan: akting dan musik.
Jakarta -

Ada orang yang ingin dikenal sebagai spesialis di satu hal tertentu seperti misalnya aktor antagonis atau penyanyi lagu-lagu patah hati. Namun ada juga orang yang enggan diberi label khusus dan memilih jadi all rounder. Billkin adalah yang kedua.

Istilah all rounder belakangan sering muncul di topik seputar member K-Pop. Istilah ini digunakan sebagai label buat seorang member grup yang bisa melakukan semua hal: vokal, rap, dance, visual, hingga komposisi musik. Meski nggak terbatas dari itu saja, seorang member grup K-Pop bisa disebut all rounder ketika dia berbakat di luar musik seperti akting dalam drama atau teater musikal. Singkat kata mereka bisa melakukan segala hal.

Menjadi seorang all rounder bisa dikatakan sebuah tuntutan buat mereka yang meniti karier di industri hiburan di negara-negara seperti Korea Selatan, Jepang, Indonesia, dan Thailand. Di negara terakhir yang disebutkan, sudah jadi hal yang biasa ketika seorang aktor serial televisi menyanyikan lagu tema dari serial yang diperankannya.

Kini dikenal sebagai orang yang sudah menjajal dua bidang dunia hiburan, akting dan musik, Billkin rupanya tidak ingin hanya fokus di satu hal saja. Pria 22 tahun itu bahkan tidak bisa memilih salah satu antara musik dan akting.

"Antara menyanyi dan akting, aku nggak bisa cuma pilih satu. Buatku dua hal itu memberikan sensasi berbeda," kata Billkin dalam wawancara eksklusif dengan detikcom.

Billkin merasa perlu berkembang di dua aspek ini. Kita bisa melihat perubahan aktingnya dari My Ambulance ke I Told Sunset About You hingga I Promised You the Moon. Dua serial terakhir yang dimainkannya (dia memerankan karakter bernama Teh di situ) melambungkan nama Billkin dan menjadikannya aktor pendatang baru yang patut diantisipasi. Lewat karakter Teh saja Billkin menunjukkan perkembangan dan kualitas akting yang terasa di layar.

Di I Told Sunset About You, Teh berangkat dari tokoh yang penuh ambisi namun rentan. Penonton dibuat sangat emosional hingga bercucuran air mata olehnya. Tapi di I Promised You the Moon, Teh tampil lebih dewasa dengan ego yang luar biasa. Penonton pun sukses dibuat kesal melihat tingkahnya.

Sementara itu di sisi musik, Billkin telah menawarkan karya musik dari berbagai genre pop. Mulai dari pop dengan nuansa elemen tradisional China di Skyline, hingga soul pop seperti IXO dan Once & Forever.

"IXO adalah lagu tentang perasaan, ketika kamu menyukai seseorang dan nggak mau orang itu terlalu dekat dan punya hubungan personal dengan orang lain selain kamu. Lagu ini menggambarkan perasaan cemburu yang teramat sangat meski kamu nggak ada hubungan apa-apa dengan orang itu," beber Billkin. Dia lalu menambahkan bahwa genre ini sebenarnya baru pertama kali dicobanya lewat IXO.

[Gambas:Youtube]


Baik dari akting atau musik, Billkin memiliki sebuah pijakan yang sama dalam menjalani dua pekerjaan tersebut: perasaan bahagia. Berangkat dari kesukaannya pada industri hiburan sejak kecil membuat Billkin menjadikan industri hiburan sebagai tempat buat bersenang-senang.

"Akting dan musik buatku memberikan kebahagiaan yang berbeda. Juga memberikan pengalaman yang berbeda dari berbagai sisi. Aku benar-benar merasa sangat bahagia bisa melakukan keduanya dan nggak bisa memilih hanya harus melakukan satu. Buatku, akting dan musik nggak bisa dibandingkan satu sama lain," lanjut pemilik nama asli Putthipong Assaratanakul itu.

Billkin ingin menjajal lebih banyak peran lewat proyek-proyek aktingnya nanti, entah itu peran baru atau kembali memainkan karakter yang sudah diperankan sebelumnya. Sementara untuk musik dia mengaku sedang nyaman dengan genre soul.

Walaupun Billkin tidak menutup kemungkinan untuk menampilkan genre di luar zona nyamannya. Dia pun terbuka untuk mencoba hip hop, jazz, atau R&B karena dia juga mendengarkan musik-musik itu.

"Belakangan ini memang lagu suka genre soul banget. Ini selera pribadi sih tapi aku memang lebih suka musik dengan sentuhan manusia karena menurutku lebih hidup daripada musik-musik elektronik," tutupnya.

(aay/pus)