Teddy Adhitya Pulihkan Diri dalam Tiga Lagu

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Jumat, 20 Agu 2021 19:24 WIB
Teddy Adhitya
Foto: dok. Teddy Adhitya
Jakarta -

Teddy Adhitya mengumumkan rencananya untuk merilis tiga single dalam waktu yang berurutan. Ketiga lagu tersebut akan mulai ia bagikan mulai 25 Agustus 2021 hingga 8 September 2021 di setiap Rabu.

Ketiga lagu tersebut di antaranya Langit Favoritku, Semestinya, dan Masa Depan. Menurut Teddy Adhitya, dirinya sengaja merilis tiga lagu yang satu dengan lainnya memiliki keterkaitan.

"Gue selalu punya mindset bahwa sebuah karya cerita itu seharusnya seperti di album gue, kalau karya kayak buku cerita gue dan gue biasanya membagi tiap track jadi masing-masing chapter dari buku gue tersebut. Gue membuat tiga lagu yang ceritanya bertautan dan akhirnya gue memutuskan untuk menjadikan sebuah trilogi," ujar Teddy Adhitya dalam sesi dengar virtual, Jumat (20/8/2021).

Musisi kelahiran 21 Juni 1991 itu mengatakan dirinya memiliki sebuah cerita yang ingin disampaikan. Hanya saja, menurutnya satu lagu tidak akan cukup dirinya menuntaskan cerita yang ingin ia bagikan.

"Akhirnya gue memutuskan untuk menjadikan sebuah trilogi, karena si cerita ini nggak cukup hanya dijelaskan dalam satu lagu, jadi gue membagi jadi tiga fragmen yang menceritakan sebuah semesta cerita yang sebenarnya ceritanya satu," tuturnya.

Bagi Teddy Adhitya, ketiga lagu yang dirilisnya dalam trilogi tersebut adalah karya yang personal. Dirinya bercerita bahwa ketiga lagu itu berhasil menyelamatkan dirinya dari keterpurukan yang sempat dirasakannya di tahun lalu.

Di akhir tahun lalu, ada banyak peristiwa hidup yang menimpanya. Dirinya pun merasa diuji dalam tiga aspek, keluarga, pekerjaan, dan asmara. Ia pun menarik diri dari lingkungan pertemanannya. Kondisi mentalnya saat itu rupanya turut mempengaruhi fisik pula.

"Di akhir 2020 muncul lah beberapa masalah yang datangnya bersamaan. Ketika masalah datang di saat yang bersamaan, jebret, gue nggak siap. Sampai akhirnya impact-nya lumayan, physically, mentally draining. Gue jadi mempertanyakan posisi yang tidak mengenakan," kisahnya.

Sebuah ajakan untuk berkunjung dari Petra Sihombing adalah hal yang kemudian menariknya dari lubang hitam keterpurukan. Berawal dari perbincangan di studio yang terletak di kediaman Petra Sihombing, Teddy Adhitya perlahan mulai menyadari bahwa dirinya tidak boleh menyerah begitu saja dari permasalahan yang menimpanya.

Ketika Petra Sihombing tengah berada di Bali, Teddy Adhitya pun akhirnya menyusul. Di Pulau Dewata itulah ketiga lagu yang akan masuk dalam trilogi single-nya tercipta.

"Gue nyetir sendirian juga di Bali, gue banyak berkontemplasi sampai akhirnya gue berani lagi untuk bikin lagu," ungkap dia.

Berbahasa Indonesia

Menariknya, berbeda dari karya-karya yang sebelumnya pernah dirilis, Teddy Adhitya mengeluarkan tiga lagu tersebut dalam bahasa Indonesia.

"Mungkin karena gue berserah, gue mau bikin lagu pakai bahasa Indonesia, Inggris, musiknya mau pop atau apa, gue berserah," ujar Teddy Adhitya.

Dirinya bercerita, keputusannya menulis dalam bahasa Indonesia juga dikarenakan adanya saran yang datang dari Petra Sihombing.

"Gue tuh mulai bikin musik, lagunya segala macem. Kebiasaan gue, ketika menulis lagu, gue selalu mulai dalam bahasa Inggris. Petra nengok, masuk kamar, (Petra bilang) 'Nulis yuk, tapi bahasa Indonesia'. Itu gue merasakan sentilan dari keberserahan gue. Ya sudah gue berserah saja mau kayak gimana," kisahnya.

Diakui Teddy Adhitya, menulis dalam bahasa Indonesia bukan lah hal yang mudah, terutama karena dirinya belum terbiasa.

"Yang tadinya gue pikir susah, karena tadinya susah banget bikin kata-kata yang masuk akal, nggak garing, nggak cringe, nggak over-poetic sampai akhirnya nggak bisa dimengerti. Bahasa Indonesia gue cukup campur-campur karena gue tinggal berpindah-pindah," jelasnya.

Usai lagunya rampung, dirinya pun memperdengarkan lirik yang ia garap pada Nino Kayam. Rupanya responsnya positif. Rasa percaya dirinya pun tumbuh. Baginya, pada akhirnya lagu-lagu tersebut lahir dari rasa berserahnya.

"Petra waktu tergerak hatinya ngajakin gue nulis bahasa Indonesia, dia yang membuat gue berani untuk mengambil langkah itu juga," ujarnya.



Simak Video "Kerennya Bilal Indrajaya dan Teddy Adhitya Nyanyikan Lagu Daerah"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/aay)