Hijrah Harus Mengharamkan Musik?

Tim detikcom - detikHot
Senin, 02 Agu 2021 14:49 WIB
LAS VEGAS, NV - SEPTEMBER 29:  Frontman Dan Reynolds of Imagine Dragons performs during a stop of the bands Evolve World Tour at T-Mobile Arena on September 29, 2017 in Las Vegas, Nevada.  (Photo by Ethan Miller/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Kabar musisi hijrah untuk memperdalam agama bukan hal baru. Sejumlah nama sudah memutuskan untuk pergi dari dunia yang membesarkan namanya dan memberikannya sejumlah keuntungan.

Musisi-musisi tersebut adalah Adi dan Udi, bersaudara yang dulu mengisi Pure Saturday, Donny Themfuck dari Jeruji sampai Lowp dari Rocket Rockers menyusul sang vokalis, Ucay.

Tidak hanya itu, Sheila On 7 juga harus merelakan Sakti yang memutuskan hengkang dengan alasan serupa. Begitu juga dengan NOAH yang bahkan harus kehilangan dua personelnya, Reza dan Uki.

Nama terakhir saat ini sedang jadi perbincangan hangat. Uki eks NOAH menyebut jika musik haram karena bisa menjadi pintu untuk perbuatan maksiat.

"Mungkin kalian nggak menyadari, oh mungkin hanya ngedengerin musik saja, kalau sejuta orang berpikir seperti itu, otomatis mansor akan masuk, orang penjual khamar juga akan masuk. Dan memang yang menjadi tampilan pertamanya di kafe, oke kita sering main di kafe di Medan yang ditampilkan di depan billboard itu musisinya bukan hayuk malam ini kita minum khamar bareng-bareng dengan para-para wanita yang bisa datang ke tempat itu gratis. Tapi musisi yang akan dikedepankan menjadi pintu pembuka maksiat itu sendiri," ungkap Uki.

KH Ahmad Muwafiq angkat bicara terkait pernyataan Mohammad Kautsar Hikmat (Uki) eks personel NOAH bahwa musik adalah haram karena mendekatkan kepada perbuatan maksiat. Menurutnya musik akan menjadi alat setan dan melalaikan bila dipegang oleh orang-orang yang memang lalai.

"Sekarang kita menyikapi ada orang yang mengatakan bahwa musik itu adalah alat maksiat, ya mungkin memang waktu dia pegang alat musik jadi maksiat jadi nggak bisa generalisir, itu urusan dia," jelas Kiai yang suka bermain gitar ini.

Dia juga mencontohkan, Iwan Fals, Rhoma Irama, Grup Qasidah Nasida Ria, hingga Habib Luthfi juga menyukai musik dan menjadikannya sebagai media dakwah.

Ustaz Derry Sulaiman juga pernah berpendapat ke Erix Soekamti. Ia menyebut musik memang haram di beberapa momen tertentu.

"Haram kalau sambil makan babi," celetuk Derry Sulaiman.

"Sebetulnya gini bang, kalau kita bicara masalah musik kita harus bicara banyak hal, yang pertama kapan dinyanyikan. Kalau ketika adzan berkumandang jelas itu haram, waktunya bukan main musik, waktunya salat. Yang kedua, ketika tempatnya di dalam masjid main musik kan bukan tempatnya," ujarnya.

"Yang ketiga syairnya yang mengajak mabuk, maksiat atau lagu wik-wik itu jelas nggak bagus. Yang keempat penyanyinya siapa, kalau perempuan seksi yang mengundang birahi itu jelas haram. Jadi setiap perintah di dalam Islam itu ada waktunya, setiap waktu ada perintahnya, itu yang harus kita pahami."

Sandy dari PAS Band juga pernah berkomentar mengenai fenomena musisi hijrah dan musik haram. Kebetulan, Yuki, vokalisnya, memutuskan untuk memperdalam agama.

"Alhamdulillah, Yuki vokalis saya tidak mengambil aliran yang mengharamkan musik," ungkap Sandy saat berbincang dengan detikcom pada 2018.

"Musik itu kan seperti pisau, akan menjadi mudharat kalau dipakai untuk melukai orang lain, kalau dipakai untuk masak kan pisau jadi manfaat. Musik pun sama, kalau dipakai bikin lagu yang mengajak orang bunuh diri, maksiat, ya itu haram. Tapi kalau musik mengajak kita untuk berbuat baik itu kan baik," urainya.

(dar/wes)