Gus Muwafiq: Musik Jadi Alat Setan Jika Bikin Lalai

Deden Gunawan - detikHot
Senin, 02 Agu 2021 08:55 WIB
Jakarta -

KH Ahmad Muwafiq angkat bicara terkait pernyataan Mohammad Kautsar Hikmat (Uki) eks personel NOAH bahwa musik adalah haram karena mendekatkan kepada perbuatan maksiat. Menurutnya musik akan menjadi alat setan dan melalaikan bila dipegang oleh orang-orang yang memang lalai.

"Sekarang kita menyikapi ada orang yang mengatakan bahwa musik itu adalah alat maksiat, ya mungkin memang waktu dia pegang alat musik jadi maksiat jadi nggak bisa generalisir, itu urusan dia," jelas Kiai yang suka bermain gitar ini.

Dia juga mencontohkan, Iwan Fals, Rhoma Irama, Grup Qasidah Nasida Ria, hingga Habib Luthfi juga menyukai musik dan menjadikannya sebagai media dakwah.

Gus Muwafiq, begitu sapaannya, menjabarkan bahwa seni sudah ada jauh sebelum peradaban Islam. Seiring dengan perjalanan manusia keindahan yang terstruktur, kepantasan yang terstruktur, manifestasi batin yang kemudian terstruktur menjadi bunyi. Ketika bunyi manusia tidak cukup terciptalah alat agar harmoni.

"Nah ketika manusia nggak cukup depak-depok lahirlah alat musik. Alat musik itu sesungguhnya alat untuk menutupi atau melengkapi kekurangan manusia," terang Gus Muwafiq.

Selama ini Muwafiq dikenal sebagai pendakwah yang mahir bermain gitar. Dia mengaku lebih terpikat dengan gitar karena dinilai unik ketimbang drum dan organ. Ketertarikannya itu muncul ketika masih tinggal di pondok pesantren, dia kerap secara sembunyi-sembunyi menyaksikan konser musik.

"Iya itu sejak 1980-an. Melihat orang nyanyi itu biasa karena saya juga bisa qiro'ah, salawatan. Menggebuk drum dan menekan tuts organ juga nggak aneh, tapi kok gitar dipetik-petik gitu bisa bunyi," kata Gus Muwafiq mengisahkan asal-mulanya dia suka main gitar.

Dia mengakui orang tuanya sempat melarangnya bermain gitar. Tapi hal itu lebih karena khawatir anaknya itu lupa mengaji. "Bukan karena membid'ahkan musik tapi takut anaknya ini lupa ngaji," ujarnya.

Dia berpandangan, bagi orang yang merasa harus menghindari musik itu sama dengan makan daging kambing. Bagi orang yang sehat tidak menjadi masalah tapi bagi orang yang darah tinggi jangan.

"Bagi orang darah tinggi sudah harus tahu bahwa dalam hukum pribadinya daging kambing haram walaupun bukan haram secara syar'i," ujarnya menganalogikan.

(ddg/nu2)