Duara, Komitmen Bermusik Bersama yang Tumbuh Seiring Waktu

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Jumat, 23 Jul 2021 14:26 WIB
Duara
Foto: dok. Duara
Jakarta -

Sebelum membentuk Duara, Renata Martadinata dan Robert MR telah lama berkecimpung di dunia musik sebagai pemusik session. Mereka lama berkenalan sebelum akhirnya membentuk duo bersama.

Di akhir 2017, keduanya mengalami hal yang sama, yakni merasa ada sejumlah keinginan dan idealisme dalam bermusik yang belum tersampaikan. Berangkat dari obrolan dan merasa memiliki pemikiran yang sejalan, keduanya pun sepakat membentuk duo.

Pada saat itu, Renata dan Robert belum bermaksud untuk menjadi Duara sebagai proyek bermusik utama mereka. Di kepala mereka hanya ada keinginan untuk menggarap lagu sebagaimana yang mereka harapkan dan menjalani proyek musik itu secara santai dan perlahan.

"Kami sudah saling kenal cukup lama. Sudah satu dekade lebih. Kita berdua sama-sama bekerja sebagai musisi session, main-main untuk musisi lain. Baru bener-bener get together bikin musik itu 2017 akhir," cerita Robert dalam wawancara virtual dengan detikcom, baru-baru ini.

"Kami nggak langsung bahkan kepikiran untuk bikin band or anything. Lebih ke ngobrol-ngobrol, bikin workshop, bikin lagu. Waktu itu kami di fase ada idealisme bermusik yang belum tersalurkan. Ini kayak proyek sampingan awalnya, sambil kita masih kerja, sebagai musisi session, ngajar juga," sambung dia.

And Time Froze lahir sebagai single perdana dari Duara pada 2018. Setelahnya, mereka menelurkan sejumlah single dan mini album. Seiring berjalannya waktu, Renita dan Robert pun mulai merasakan kecocokan dan rasa nyaman dalam bermusik.

DuaraDuara. Foto: dok. Duara

"Dengan kami sambil berjalan si Duara ini, kami juga jadi semakin kenal satu sama lain lebih deket. Jadi lebih tahu ya, kami ternyata punya visi yang sama," ujar Renita.

Tidak hanya merasa saling cocok, mereka juga mempelajari banyak hal bersama-sama seiring dengan berkembangnya Duara.

"Kami tuh seberjalannya waktu, kayak jadi belajar banyak. Sebelumnya bukan main-main, tapi santai. Kami bikin aja yang kami suka. Satu sama lain belajar, referensi musik ketemu, jadinya lagunya seperti apa. Semakin ke sini, pelan-pelan makin mateng," urai Renata.

Kini, Robert dan Renata berniat menjalankan Duara secara lebih serius dan matang. Mereka juga sepakat untuk tidak menggolongkan jenis musik mereka pada sebuah kotak aliran atau label tertentu.

Bagi Robert dan Renata, musik yang dihasilkan Duara adalah buah dari apa yang mereka dengar dan apa yang ingin mereka bagikan.

"Menurutku itu juga part of the process. Mungkin kami sekarang ada di satu titik yang memang jenis dan style bermusiknya lumayan luas. Memang kita output-nya lumayan beda-beda dari satu lagu ke lagu berikutnya," jelas Robert.

Renata menambahkan, "Kami nggak terpatok sama satu genre dan jenis musik. Kita very, very open banget."

"Kalau ditanya suka lagunya kayak gimana, aku pribadi tuh campur-campur banget, dari pop, rock, sikedelik. Kami sebenarnya ingin bikin dari reference-reference yang kami suka semua, ide-idenya jadilah si Duara ini," sambung Renata.



Simak Video "'The Watcher', Ketika Aksi Iseng Angga Yunanda Malah Berujung Misteri"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/tia)