Tepeng Steven & Coconut Treez Punya Darah Tinggi Sebelum Meninggal

Tim Detikcom - detikHot
Selasa, 22 Jun 2021 10:34 WIB
Jakarta -

Steven Nugraha Kaligis alias Tepeng dari Steven & Coconut Treez meninggal dunia pada Selasa (22/6/2021) pukul 07.30 WIB. Ia mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Medika BSD, Tangerang Selatan.

Musisi yang menggeluti aliran musik reggae itu sempat menjalani perawatan di rumah sakit sebelum akhirnya tutup usia karena virus Corona.

"Iya, benar (meninggal dunia). (Penyebabnya) Covid (COVID-19). Sempat dirawat di rumah sakit Medika," ungkap manajer Steven, Putra, saat dihubungi awak media, Selasa (22/6).

Meski demikian terkait rincian, Putra mengatakan pihak band akan menjelaskannya di konferensi pers yang akan diselenggarakan secara virtual melalui live Instagram.

"Nanti kami live Instagram ya untuk press conference. Ini kami urus rumah sakit dulu ya," ungkap dia.

Hal serupa juga diungkapkan aktivis dan musisi yang juga merupakan sahabat Steven, Melanie Subono. Ia mengatakan rekannya itu meninggal setelah berjuang melawan virus Corona.

"Tepeng itu dua malam lalu gue masih bantu dia cari ruangan segala macem karena dia memang beberapa hari di rumah sakit, dia COVID, tapi dia juga punya darah tinggi," ujar Melanie.

"Covid ada komorbidnya (penyakit penyerta) hasilnya lebih buruk ya, dan pergilah tadi pagi," sambungnya.

"Begitu dia pergi langsung dikasih tahu. Walaupun dengar dari lingkarannya dia, sempat nggak mau percaya, gue sempat menghubungi teman sebandnya, memang benar sudah pergi beliau. Karena beberapa hari lalu dia sudah pakai oksigen kan," tuturnya lagi.

Semasa hidupnya, Tepeng dikenal sebagai musisi reggae yang bermusik dalam Steven & Coconut Treez dan Steven Jam.

Steven & Coconut TreezSteven & Coconut Treez. Foto: Muhammad Ridho

Steven & Coconut Treez mengawali kariernya dengan formasi bertujuh. Namun, belakangan band itu diperkuat oleh empat orang, yakni Steven N. Kaligis (vokal), Teguh Wicaksono (gitar), Rival Himran (bass) dan Aci (drum).

Tedy Wardhana (perkusi) dan Aray Daulay (gitar) telah meninggal dunia dan Iwan (kibor) disebut enggan untuk tinggal di Jakarta sehingga memutuskan tidak kembali bergabung.

Band beraliran reggae itu sempat vakum dan memutuskan kembali dengan mengeluarkan single bertajuk Fallin'.

"Kalau di zaman gue, pada tahun itu jarang musisi reggae yang punya background memang reggae, karena reggae pada saat itu adalah genre yang sangat muda, sangat baru," kenang Steven mengenai awal kariernya saat bertandang ke kantor detikcom, pada awal 2020 lalu.

"Background-nya gue suka alternatif, rock, Rival suka jazz, Tege suka metal, Gocai suka campursari, jadi background-nya beda-beda," lanjut dia.

Dia mengaku dirinya mengenal reggae karena mendengarkan lagu-lagu milik Bob Marley. Akan tetapi, yang unik justru perkenalannya dengan Bob Marley bermula dari kesukaannya pada Red Hot Chilli Peppers.

Ia baru mengenal Bob Marley lewat lirik dari lagu 'Give It Away' milik Red Hot Chilli Peppers yang berbunyi, "Bob Marley poet and a prophet // Bob Marley taught me how to off it // Bob Marley walkin' like he talk it."

"Karena ada liriknya, (penasaran) siapa ini Bob Marley, pas gue cari, 'Oh ini biangnya yang mempopulerkan reggae'. Akhirnya baru gue kulik misi-misi dia," cerita Steven saat itu.

(srs/nu2)