Konser 5 Gitaris
Sound-Lampu Mati, Musisi Maju Terus
Kamis, 16 Mar 2006 23:56 WIB
Jakarta - Konser '5 Guitar Master' di Yogyakarta (15/3) jadi pengalaman yang tak terlupakan. Pasalnya di tengah pagelaran musisi papan atas Indonesia itu sound system dan lighting panggung mati. Apa daya demi memuaskan penonton musisi tancap gas, maju terus.Konser yang menampilkan 5 gitaris handal Indonesia seperti Eross Candra, Ridho 'Slank', Eed Sjachranie 'Edane', Balawan dan Ian Antono menyisakan pengalaman yang tak terlupakan. Di awal pertunjukkan, acara yang terlambat satu jam itu terlihat aman terkendali.Insiden mati sound dan lampuSetelah dibuka oleh penampilan gitaris Yogyakarta Jack Hammer kemudian disambung dengan hadirnya Eross Candra, pencabik gitar Sheila on 7 semua masih baik-baik saja. Memasuki lagu ke-3 Eross mengundang Ridho 'Slank' yang malam itu menggantikan absennya Tohpati untuk naik ke atas pentas.Begitu suara vokal dan gitar Ridho berkumandang penonton melonjak girang. Namun sayang di tengah lagu, sound system yang terpasang di kanan kiri panggung mati total. Hasilnya tak semua penonton bisa mendengar penampilan musisi yang digandrunginya dengan jelas.Namun kesialan Ridho belum berhenti sampai disana. Di lagu ke-2 suara gitar Ridho tak bisa terdengar dan seketika lampu panggung pun mati. Kecewa? Tentu saja. Namun tak putus akal Ridho dan Eed 'Edane' tetap tampil walau tanpa penerang.Bukannya membaik, keadaan malah bertambah rusuh ketika semua alat di panggung mati. Sekitar 4000 orang penonton yang telah tak sabar, mulai membuat kegaduhan. Tak ketinggalan suara lemparan terdengar menghantam pintu masuk gedung Grand Pasific Jl. Magelang Yogyakarta. Pembawa acara yang mencoba menenangkan suasana tak bisa berbuat banyak.Listik mati, gairah penonton semakin menjadiHampir setengah jam lebih suasana gedung pertunjukkan hanya dipenuhi dengan suara teriakan dari penonton yang tidak sabar. Namun, begitu semua peralatan siap kembali, Eed 'Edane' yang mengusung musik rock kembali menggetarkan adrenalin penonton."Saya minta maaf tadi ada gangguan tehnik. So, saya terusin lagi satu lagu dari saya," seru Eed yang sambut hangat oleh pecinta musik di Yogyakarta.Insiden ini hanya terjadi selama setengah jam namun kekesalan nampaknya tak luntur dari wajah para musisi ini. Ditemui detikhot di belakang panggung, Ridho dan Eed enggan berkomentar. Bahkan gitaris band asal pulau biru Potlot itu sampai speachless untuk mengungkapkan perasaannya."Jengkel, yang jelas jengkel tapi mau bagaimana lagi. Ini baru terjadi sekali selama saya jadi musisi," tandas Ridho kepada detikhot, Rabu (15/3/2006) malam diselingi hela nafas kecewanya.Bagaimanpun juga acara harus terus berjalan. Kekecewaan penonton tertutupi dengan hadirnya gitaris asal Bali Balawan yang dibantu juga oleh pianis Jepang, Momoko. Menjelang puncak Ian Antono unjuk kebolehan. Tampil pula dalam acara tersebut Pia 'Utopia' dan Lea Simanjuntak.Di penghujung acara semua gitaris kenamaan itu tampil membawakan sebuah musik dan lagu 'Panggung Sandiwara'. Tertutup sudah rasa letih yang menyerang para penonton menanti musisi idolanya. Mengenai insiden di tengah acara itu pihak penyelenggara dalam hali ini yaitu Gong Entertain belum mau berkomentar banyak. Mereka hanya menyatakan bahwa semua ini adalah kesalahan teknis yang bisa terjadi kapan saja. Hanya apesnya kejadian ini menimpa mereka. (yla/)











































