Jawab Surat Terbuka, Sandiaga Uno Sebut Pertunjukan Bisa Dibuka Bertahap

Tim Detikcom - detikHot
Kamis, 04 Mar 2021 13:03 WIB
ROSEMONT, IL - DECEMBER 14:  A view of the audience during 103.5 KISS FMs Jingle Ball 2016 at Allstate Arena on December 14, 2016 in Rosemont, Illinois.  (Photo by Tasos Katopodis/Getty Images for iHeart)
Ilustrasi konser. Foto: Tasos Katopodis/Getty Images for iHeart
Jakarta -

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI, Sandiaga Uno, memberikan tanggapan terkait surat terbuka yang dilayangkan oleh sejumlah pelaku industri kreatif, di antaranya promotor, musikus, dan sejumlah pekerja pertunjukan.

Dia mengatakan telah bertemu dengan Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda dan bersepakat untuk memperbolehkan kembali adanya kegiatan seni pertunjukan secara bertahap.

"Terima kasih untuk bapak Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda yang mengangkat isu yang berkaitan dengan konser musik dan beberapa event lain, dari musik, teater, film bisa dibuka secara bertahap dan kami sangat bersepakat," ungkap Sandiaga Uno dalam siaran pers yang diterima detikcom.

Sandiaga Uno juga mengungkapkan usulan tersebut telah disampaikan pada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beberapa waktu lalu.

Dalam rapat Koordinasi sebelumnya, Kemenparekraf dan Polri sedang menyusun panduan dalam pelaksanaan seni pertunjukan yang merujuk protokol kesehatan yang ketat dan disiplin yang meliputi kebersihan, kesehatan, keselamatan dan pelestarian lingkungan (CHSE).

Sandiaga Uno berpendapat, saat ini, yang seharusnya menjadi fokus dari pihak yang berwenang memberikan izin terhadap pertunjukan bukan lagi kapan kegiatan seni pertunjukan dapat diadakan. Melainkan, bagaimana seni pertunjukan yang berlangsung dapat dengan ketat menjamin tidak adanya pelanggaran protokol kesehatan.

"Kami mendukung sekali dengan bergeraknya ekonomi kreatif, karena itu juga menjadi tugas dan fungsi kami dan kita harus menekan terus lajunya penularan covid-19 melalui 3M, 3T dan juga vaksinasi," kata Sandiaga Uno.

"Saya yakin, pemikiran saya dan pak Syaiful Huda ini satu frekuensi, bahwa bukan lagi tentang mengenai bagaimana kita memulai, tapi lebih kepada bagaimana memastikan protokol kesehatannya berjalan dengan baik," tambahnya.

Menurut Sandiaga Uno, penanganan pandemi COVID-19 tetap harus menjadi hal utama yang ditekankan. Oleh karena itu, dia memberi usulan untuk mengizinkan kegiatan pertunjukan secara bertahap sesuai dengan status zona dari kawasan tempat berlangsungnya acara.

Dengan kata lain, kegiatan pertunjukan yang berlangsung di kawasan yang dinyatakan sebagai zona merah masih dilarang untuk digelar.

Sedangkan kawasan yang berstatus zona kuning akan diterapkan kegiatan berkonsep hybrid, yakni pertunjukan langsung yang dikombinasikan dengan virtual.

Sementara zona hijau katanya diperkenankan untuk digelar seni pertunjukkan, dengan syarat berlangsung dengan protokol kesehatan ketat dan disiplin.

"Kita berharap dengan dibukanya kembali dan diselenggarakannya event-event ini akan menggairahkan ekonomi rakyat tanpa menimbulkan risiko baru peningkatkan kasus covid-19. Itu yang menjadi harapan kami, dan kami akan pastikan dan pimpin secara langsung," jelas Sandiaga Uno.

"Kami akan hadirkan satu kebijakan yang berpihak kepada bagaimana kita membangkitkan kembali ekonomi, terutama juga memulihkan pariwisata dan merestorasi ekonomi kreatif kita, jangan sampai kejadian ini menurunkan tingkat kreatifitas dari masyarakat," sambungnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Asosiasi Promotor Musik Indonesia (APMI), Dino Hamid, mengatakan sejumlah pekerja kreatif yang telah melayangkan surat terbuka untuk Presiden RI memang telah menghubungi Sandiaga Uno selaku Menparekraf.

"Kami silaturahmi dengan pak Sandi dan menyampaikan kalau kami setahun berhenti, kenapa tidak dikasih kepercayaan untuk menjalankan secara adaptif. Responsnya bagus, Pak Sandy langsung bertemu Kapolri, bertemu dengan Komisi X, Bapak Syaiful Huda," ungkap Dino dalam sambungan telepon pada detikcom.

Dino dan sejumlah pelaku industri kreatif lainnya pada dasarnya mempertanyakan mengapa pertunjukan dan acara yang digelar secara adaptif, kecuali virtual, masih belum diizinkan. Padahal, dia melihat sejumlah sektor lainnya yang berpotensi mengumpulkan massa, contohnya pusat perbelanjaan dan restoran sudah diperbolehkan buka.

"Karena sampai sekarang event belum bisa berjalan sejak pandemi karena belum diizinkan. Kami mempertanyakan kenapa kami tidak diberikan kesempatan atau kepercayaan secara adaptif. Kenapa mall dan restoran diberikan kepercayaan untuk membuat secara adaptif, sedangkan kamu belum," ujar Dino Hamid pada detikcom dalam sambungan telepon, Rabu (3/3/2021).

Menurut Dino Hamid, sejumlah pelaku industri kreatif juga mengaku tidak ingin terburu-buru dalam mengadakan acara yang berpotensi melanggar protokol kesehatan. Mereka juga mengaku siap untuk menjalankan penyesuaian sesuai dengan protokol kesehatan bila permohonan mereka untuk kembali mengadakan acara dikabulkan.

"Kami juga nggak mau tergesa-gesa. Kami harus mengikuti proses vaksin yang sedang berjalan dulu, setelah itu kami masukkan perilaku yang adaptif itu. Dari audience yang datang sampai pekerja diberlakukan protokol sampai yang paling ketat pun kami memikirkan hulu hilirnya," jelas Dino.

"Kami minta diberi kepercayaan, dengan syarat kami tes dulu, kami akan jalankan," sambung dia.



Simak Video "Sandiaga Uno Bawa Tasbih saat Dilantik Jadi Menteri"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/wes)