Layanan Musik Streaming Sudah Jangkau Hampir Separuh Penduduk Dunia

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Rabu, 24 Feb 2021 14:07 WIB
Spotify - Stockholm
Foto: Peter Brinch/ dok. Spotify
Jakarta -

Layanan streaming musik Spotify kini memperluas jaringannya ke lebih dari 80 wilayah baru. Cakupan wilayah baru itu tersebar di Asia, Afrika, Kepulauan Karibia, Eropa dan Amerika Latin. Dengan pertambahan tersebut, kini Spotify dapat diakses di 170 wilayah.

Tidak hanya menambahkan cakupan wilayah, Spotify kini juga menambahkan 36 pilihan bahasa baru di aplikasinya sehingga akan memudahkan penggunanya mengakses aplikasi tersebut dalam bahasa yang mereka gunakan sehari-hari.

"Spotify saat ini tersedia di hampir separuh dunia. Namun, masih ada jutaan kreator dan milyaran pendengar yang belum memiliki akses ke Spotify. Jadi, saya ingin menyampaikan kabar. Selama beberapa hari ke depan, kami akan memperluas jejak Spotify global secara signifikan," ungkap CEO Spotify, Daniel Ek, dalam tayangan Spotify Stream On.

Menurut Daniel Ek, pengembangan itu berangkat dari data yang menunjukkan bahwa layanan streaming musik kini kian digemari. Dalam siarannya, dia mengatakan kondisi ini berbeda dari saat pertama kali dia membangun perusahaan asal Swedia tersebut di 2008.

Di tahun itu, dari total penjualan musik gabungan, yang terdiri dari angka penjualan fisik dan digital, diperoleh angka USD 17 Miliar. Dari angka tersebut, aplikasi streaming musik hanya menyumbangkan penghasilan sebesar USD 300 juta atau setara dengan 2% dari total penjualan.

SpotifySpotify. Foto: dok. Spotify

Namun, kondisi sebaliknya ditunjukkan pada 2019 ketika menjualan musik melalui streaming musik dapat meraup angka USD 20 Miliar. Dengan kata lain, lebih dari setengah penjualan musik dilakukan melalui layanan streaming musik.

"Sejak 2008, Spotify telah berekspansi ke-93 negara dan beranjak dari ribuan pendengar, kini menjadi lebih dari 345 pendengar," tutur Daniel Ek lagi.

Dengan adanya penambahan cakupan wilayah dan bahasa yang dilakukan Spotify, selain pendengar yang bertambah, mereka juga berharap adanya penambahan jumlah kreator. Targetnya pada 2025, Spotify akan mengedarkan karya dari 50 juta kreator.

Target itu dinilai realistis apabila menilik angka pertumbuhan jumlah kreator selama tiga tahun ke belakang. "Tiga tahun yang lalu, Spotify memiliki 3 juta kreator di platform kami. Sejak saat itu, setiap tahun jumlah tersebut terus meningkat - dari 4 juta, menjadi 5 juta, menjadi 8 juta pada akhir 2020," ujarnya.



Simak Video "Podcast Spotify Dianggap Gagal, Kenapa?"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/wes)