Wawancara Eksklusif

Afgan Kerampokan di AS, Jatuh-Bangun Rintis Karier dari Awal

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 07 Feb 2021 12:52 WIB
Afgan
Foto: Afgan/ dok. Istimewa
Jakarta -

Afgan tidak ingin puas ketika namanya telah besar di Indonesia dan beberapa negara tetangga. Pada 2019, dirinya bertolak ke Amerika Serikat untuk menjajal peruntungan demi melebarkan sayapnya di industri musik mancanegara.

Dari Indonesia, pria kelahiran 27 Mei 1989 itu telah berencana untuk tinggal di sana untuk merekam album selama satu bulan dan memulai segalanya kembali dari nol.

Rupanya, segalanya tidak selalu berjalan mulus sesuai rencana. Di hari pertama dirinya menginjakan diri di Negeri Paman Sam, dia mengalami kejadian tidak mengenakan. Koper, pakaian dan uang yang dia miliki raib dicuri di San Francisco.

Malam itu, dia baru saja mendarat di San Francisco. Rasa lapar memenuhi perutnya, maka dia pun memutuskan untuk makan malam di kawasan pecinan (Chinatown). Ketika sedang asyik menyantap makan malamnya, Afgan tidak menyadari kaca mobilnya dipecahkan oleh seorang perampok.

"Jadi gue baru sampi, gue baru landing di SF, itu malam itu gue kerampokan. Gue sampai malam, gue laper nih, gue makan di Chinatown, gue tinggalin koper gue dan tas gue di mobil. Terus balik-balik mobil gue udah dipecahin gitu. Jadi semua koper gue, tas gue, uang gue selama untuk sebulan itu ludes hilang," kenang dia dalam wawancara eksklusif dengan detikcom, baru-baru ini.

Alih-alih dapat beristirahat dan tidur nyenyak selepas melewati penerbangan selama berjam-jam, mau tidak mau, Afgan harus berurusan dengan pihak kepolisian untuk melaporkan kecurian yang dia alami.

"Jadi kayak benar-benar baru sampai sudah dikasih cobaan, ini pertanda baik atau buruk, ya? Gue harus belanja baju lagi buat sebulan, beli koper lagi lah, gue musti bolak-balik ke kantor polisi. Gue inget banget malam itu," cerita dia.

Ketika merasa sedih atas peristiwa yang menimpanya, Afgan kembali mengingat tujuan awalnya pergi ke Amerika Serikat. Dirinya ingin mempelajari sesuatu yang baru dan memulai karier bermusik mancanegara dari nol.

Menurutnya, momen dirinya mengalami kecurian Afgan maknai sebagai pertanda bahwa dia memang harus memulai sebagainya dari awal.

AfganAfgan. Foto: Afgan/ dok. Istimewa

"Gue ngerasa mungkin itu gue dateng ke Amerika memang gue starting over kali ya. Gue kan niatnya gue mau starting over dengan berkarya, dengan gue yang baru. Mungkin ini pertanda untuk gue start over dengan gue beli new stuff dan segala macem," ungkap dia.

Setelah mengalami cobaan tersebut, Afgan mengaku jalannya terbilang mulus. Selama berada di Amerika Serikat, dirinya tidak pernah mengalami kesulitan lainnya, termasuk dalam proses pengerjaan musik. Meskipun memiliki cara berbeda, tapi dengan mudah dia dapat beradaptasi.

"Gue merasa perjalanan gue di sana mulus banget. Awalnya mungkin dikasih cobaan. Tapi jadinya mulus banget. I'm thankful kalaupun itu terjadi, mungkin jadinya menguji kesabaran gue aja sih di sana. Benar-benar semuanya hilang, suruh mulai dari awal," tuturnya.

Menandai perjalanan kariernya yang baru, Afgan mengeluarkan single berjudul Say I'm Sorry. Lagu itu nantinya akan menjadi pembuka dari album berbahasa Inggris yang rencananya akan dirilisnya tahun ini.

"Albumnya benar-benar pure R&B sih, nggak ada genre lain. Jadi benar-benar R&B total, dari top to bottom. Aku merasa sound (di Say I'm Sorry) ini bisa merepresentasikan dari apa yang aku rilis di album terbaru. Jadi kayak sneak peak," kata dia.

Meski merintis karier di mancanegara, dirinya mengaku ingin tetap menjadi dirinya sendiri tanpa harus mengganti identitas atau nama panggungnya.

"Gue mau jadi diri gue sendiri saja, mudah-mudahan ada yang bisa relate sama diri gue," ujar Afgan.



Simak Video "Positif Corona, Afgan Ingatkan Semua Proteksi Diri Pakai Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/wes)