Wawancara Eksklusif

Suara Kayu Ubah Pandemi Jadi Karya

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 22 Nov 2020 16:51 WIB
Suara Kayu
Foto: Suara Kayu
Jakarta -

Pandemi COVID-19 yang berlangsung panjang di Indonesia rupanya membuahkan hikmah bagi Dewangga Elsandro dan Ingrid Tamara. Bagaimana tidak, keduanya justru mengubah waktu berada di rumah selama karantina menjadi waktu untuk menghasilkan karya.

Pada Mei 2020, Ingrid Tamara dan Dewangga Elsandro membentuk duo bernama Suara Kayu. Bila biasanya mereka membawakan ulang lagu-lagu musisi lain (cover), kini mereka membuat lagu mereka sendiri.

Tidak tanggung-tanggung, mereka mencoba mengeluarkan lagu dua minggu sekali ketika awal membuat duo.

"Jadi kami berawal dari musisi cover, kami sebelumnya memang sudah sering kolaborasi bareng, sering nongkrong-nongkrong juga bareng di studio, kami pengen sih punya karya original yang didengerin orang juga," ujar Angga pada detikcom dalam wawancara virtual, baru-baru ini.

"Akhirnya Ingrid punya materi, terpikir kenapa kami nggak buat duo aja. Kebetulan aku cuman bisa produksi musik, nggak bisa nyanyi, jadi Ingrid yang nyanyi," sambung dia.

Dengan sederhana, nama Suara Kayu diambil dari instrumen akustik yang mereka mainkan. "Suara Kayu itu kami kan main alat musik yang terbuat dari kayu, Angga main gitar,aku main ukulele, jadi namanya Suara Kayu," jelas Ingrid.

Ingrid menjelaskan, selain bersama Angga, mereka juga bekerja sama dengan dua orang lainnya yang berada di belakang layar.

Hal itu yang membuat produksi musik mereka terasa lebih ringan meski harus dikerjakan di tengah masa pandemi. Terlebih di awal terbentuk Suara Kayu mencoba untuk merilis single dua minggu sekali.

"Sebenarnya memang kerja keras tapi nggak kerasa keras, karena kami bagi tugas gitu. Misalnya bikin lagu di aku, terus gimana jalan ke musik, terus sampai final tapi sama-sama, berat tapi nggak begitu berat jadinya, karena kami sama-sama," tutur Ingrid.

Baca juga: "Sasagun"

Sejauh ini, Suara Kayu mencoba mengusung lagu-lagu yang sederhana dengan lirik yang gamblang mengenai kehidupan di keseharian.

"Video lirik juga kami bikin sendiri dua minggu sekali. Kebayang nggak produce musik sama video lirik itu benar-benar dua minggu? Untungnya konsep kami selalu simpel kan, dari musik, lirik lagu, ya sudah kami buat yang simple yang orang gampang dengerin," urai Angga.

(srs/dar)