D'MASIV Pernah Nggak Punya Duit, Tiap Hari Makan Nasi Kucing

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 11 Okt 2020 18:28 WIB
DMASIV saat berkunjung ke kantor detikcom.
D'MASIV pernah makan nasi kucing tiap hari. (Foto: Asep Syaifullah/detikHOT)
Jakarta -

Di tahun ini, D'MASIV telah menginjak usia 17 tahun. Selama belasan tahun berada di industri musik, band beranggotakan Rian Ekky Pradipta (vokal), Dwiki Aditya Marsall (gitar), Nurul Damar Ramadan (gitar), Rayyi Kurniawan Iskandar Dinata (bass), dan Wahyu Piadji (drum) itu mengaku telah melalui banyak pasang surut dalam kariernya.

Rian bercerita, pada tahun baru 2007, para personel D'MASIV pernah merasa berada di titik terendah karier mereka. Sejumlah usaha yang mereka lakukan terasa tidak membuahkan hasil.

Mereka pun mulai mempertanyakan apakah musik adalah jalan yang tepat bagi mereka. Di momen itu, mereka akhirnya mencoba berdoa bersama.

"Kami berlima bareng-bareng kayak berdoa bersama gitu, berdoa terus meyakinkan apakah ini jalan hidup kami, kami berlima sudah yakin kami bisa hidup lewat musik," kenang Rian dalam wawancara dengan detikcom, baru-baru ini.

Pada saat itu, D'MASIV tengah berada di Surabaya. "Kami nggak punya duit, makan tiap hari pakai nasi kucing, kami menginap di satu mess yang bareng-bareng, kami tidurnya juga di bawah," cerita Rian.

Meski merasa buntu akan karier yang mereka jalani, namun para personel D'MASIV tidak memilih menyerah dan membubarkan bandnya. Mereka memutuskan untuk tetap mengejar cita-cita mereka untuk hidup dari musik.

Lambat laun, usaha tanpa putus yang dilakukan mereka membuahkan hasil. D'MASIV memenangkan sebuah festival musik yang memberi mereka kesempatan untuk merekam lagunya di Musica, label yang menaungi mereka hingga kini.

"Kami pernah ada di fase seberat itu. Kami sudah mengalami hal yang cukup berat, tapi karena bareng-bareng bisa kami lewatin. Sampai ada sebuah festival yang hadiahnya rekaman di Musica, kami ikut ternyata itu rezeki kami. Masuk ke Musica akhirnya rilis album, albumnya meledak, sampai sekarang deh," kata Rian.

Terbentuk sejak 2003, ada berbagai jatuh-bangun yang dialami D'MASIV. Rian juga mengatakan, ia dan rekan-rekan satu bandnya memulai segalanya dari nol.

"Dari awal kami nggak punya alat musik sampai kami menang festival, sampai akhirnya kami bisa beli alat musik. Kami memang melalui proses yang panjang untuk menembus industri, nggak mudah dengan berbagai tantangannya," kisahnya.

Walau saat ini satu per satu mimpi mereka telah terwujud, akan tetapi D'MASIV merasa masih ada banyak impian yang menunggu untuk diwujudkan.

"Sampai sekarang kami masih terus bermimpi sih. Masih terus memperlebar kapasitas kami, menaikkan level mimpi kami terus. Kami anggap 17 tahun ini baru mulai," tutur dia.

Melalui banyak rintangan dan jatuh bangun, para personel D'MASIV mengaku mencintai apa yang mereka kerjakan dan memiliki visi dan misi yang sama antara satu sama lain. Hal itu yang pada akhirnya membuat mereka tetap bertahan hingga kini.

(srs/dar)