Kopi Hitam dan Blink-182 Jadi Kenangan dari Chrisye yang Tertinggal

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Senin, 28 Sep 2020 21:04 WIB
Chrisye
Foto: dok. Chrisye
Jakarta -

Penyanyi legendaris Chrisye telah meninggal dunia 13 tahun yang lalu. Ia tutup usia pada 30 Maret 2007 setelah berjuang melawan kanker paru-paru yang diidapnya.

Meski telah 13 tahun berpulang ke pangkuan Ilahi, namun karya dan sepak terjangnya di belantika musik Indonesia tetap dikenang.

Di mata keluarga dan label rekaman, Chrisye merupakan sosok yang pekerja keras dan humoris. Selain itu, ada satu benda yang selalu membuat orang-orang yang mengenalnya teringat pada mendiang. Hal itu adalah termos berisikan kopi hitam yang selalu dibawa Chrisye kemana-mana.

"Dia kemana-mana selalu bawa termos isinya kopi pahit, dimana saja, di studio, di kantor. Dia selalu bawa termos besar isinya kopi pahit hitam," kenang pimpinan Musica Studios, Indrawati Widjaja atau yang akrab disapa Acin dalam konferensi pers virtual, Senin (28/9/2020).

Kebiasaan membawa kopi hitam itu rupanya menurun pada anak-anaknya, termasuk kembar Rayinda Prashatya (Pasha) dan Randa Pramasha (Masha).

"Kalau kopi hitamnya itu, iya (menurun). Kakak saya cewek dua, saya kemabaran sama Masha. Kopi item (kebiasaannya) sama," kata Pasha.

Selain begitu gandrung dengan kopi hitam, Pasha juga membuka sisi lain ayahnya yang tidak banyak diketahui oleh khalayak. Rupanya Chrisye pernah mendengarkan band pop punk asal Amerika Serikat, Blink-182.

"Saya kan juga suka musik, pas jamannya remaja tuh ada MTV, Channel V, (mendengarkan) Blink-182. Jadi kalau di mobil dengerinnya itu. Banyak yang nggak tahu Papa dengerin Blink 182," tutur Pasha.

chrisyeChrisye. Foto: dok

Pasha kini juga menempuh jalur yang sama dengan sang ayah. Dirinya mencoba terjun ke industri musik dan berencana merilis lagu dalam waktu dekat ini. Menurut dia, hal itu tidak lepas dari andil sang ayah yang mengajarkan untuk mencintai musik sedari kecil pada anak-anaknya.

"Kakak saya belajar piano. Semuanya nurun," ucap dia.

Ketika ditanyai lagu milik sang ayah yang menjadi favoritnya, Pasha menjawab ia amat menyukai Merepih Alam dari album Badai Pasti Berlalu dan Andai Aku Bisa.

Dia juga mengingat ayahnya sebagai sosok humoris yang memiliki lawakan otentik. Baginya, guyonan ayahnya sangat khas hingga tidak dapat ditirukan oleh orang lain.

Mengenang karya Chrisye di BNI Java Jazz 2020.Mengenang karya Chrisye di BNI Java Jazz 2020. Foto: Mengenang karya Chrisye di BNI Java Jazz 2020. (Saras)

"Papa gitu ya, lawakannya kocak parah, kalau dicontohin orang tuh nggak bisa. Gimana sih lawakannya dia, cuman dia yang bisa," kisah Pasha.

Kenangan mengenai Chrisye juga melekat di benak Indrawati Widjaja selaku pemimpin label rekaman yang menaungi musisi kelahiran 16 September 1949. Dia mengingat pertemuannya dengan Chrisye terjadi pertama-tama karena ia diperkenalkan oleh sang musisi dari orang tuanya.

Baginya, Chrisye adalah sosok yang peka terhadap perkembangan industri musik dan selalu mendukung sesama musisi.

"Mas Chrisye mempunyai kepribadian yang luar biasa baik hati, ramah, tidak membedakan siapapun, selalu mendukung yang junior-junior di Musica, lalu mensupport. Mas Chrisye itu juga pekerja keras," tuturnya.

"Kemudian peka utk memilih lagu-lagunya. Sepertinya kalau menurut saya, mas Chrisye tahu lagu itu bisa jadi hits, dia peka terhadap lagu-lagu tersebut," lanjut dia.

Baru-baru ini, Musica mengeluarkan lagu Rindu Ini dari mendiang Chrisye yang belum pernah dirilis. Lagu karangan Tito Soemarsono dan Cecep itu direkam pada 1992 dan tersimpan selama 28 tahun.

Lagu yang diproduseri oleh Dwiki Dharmawan itu ditemukan ketika Musica tengah membereskan aset musik mereka.

"Awalnya kami sedang mengarsipkan aset-aset yang ada di Musica, memeriksa ulang data-data yang ada di Musica. Jadi kami urutinlah, salah satunya unreleased song itu. Ternyata mas Chrisye ada unreleased-nya. Kami urutin, kami share ke Pasha, menurut dia gimana pendapatnya Pasha?" cerita Indrawati.

Rindu Ini dirilis sekaligus dalam rangka merayakan ulang tahun Chrisye.



Simak Video "Musik Tradisional yang Merdu, Ciamis"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)