TikTok Tolak Tawaran Microsoft karena Pilih Oracle?

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Senin, 14 Sep 2020 15:48 WIB
Logo TikTok
Logo TikTok. Foto: (Aisyah Kamaliah/detikcom)
Jakarta -

TikTok yang berada di bawah perusahaan asal China, ByteDance telah memilih Oracle sebagai rekan bisnis dalam bidang teknologi untuk pengoprasian di Amerika Serikat.

Dengan demikian berarti TikTok sekaligus menolak tawaran Microsoft yang mengajukan diri untuk membeli lisensi TikTok cabang Amerika Serikat.

Diberitakan oleh The Washington Post, dua sumber yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan Oracle telah dipilih pada Minggu, 13 September 2020 untuk menjadi rekan bisnis di bidang teknologi bagi TikTok.

Sumber tersebut juga mengatakanTikTok saat ini sedang mengajukan proposal pada pemerintah Amerika Serikat agar memperbolehkanByteDance tetap menjadi pemilik dari aplikasi tersebut. Namun mereka akan mempe

kerjakan perusahaan lain untuk mengurusi perihal cloud untuk data pengguna.

Akan tetapi belum ada kejelasan mengenai berapa banyak saham dari pengopreasian TikTok di Amerika Serikat yang akan dimiliki oleh ByteDance.

Bloomberg juga melaporkan ByteDance disebut tidak akan menjual TikTok algoritma ke Amerika Serikat dalam penjualan maupun divestasi. Akan tetapi perusahaan teknologi asal Amerika Serikat akan bisa bebas mengembangkan aplikasi baru dari TikTok.

Sedangkan dikutip dari South China Post, seorang menyebutkan, "Mobilnya bisa dijual, tapi mesinnya tidak. Perusahaan (ByteDance) tidak akan memberikan source code kepada pembeli manapun dari AS, tapi tim teknologi TikTok di AS bisa mengembangkan algoritma baru."

Kepada The Washington Post, seorang mantan pejabat AS mengatakan bahwa meskipun proposal tersebut dapat mengurangi beberapa masalah keamanan, proposal tersebut tidak sesuai dengan perintah awal Donald Trump untuk ByteDance untuk melepaskan dari operasi TikTok di Amerika Serikat.

"Ini jauh dari perusahaan AS yang mengambil alih aset dan algoritma, dan secara politis, itu akan menjadi penurunan besar-besaran dari apa yang dikatakan presiden akan dia capai dengan ini," kata pejabat itu.

Perjanjian mengenai pengopreasian TikTok di Amerika Serikat akan berjalan apabila telah terjadi kesepakatan yang disetujui oleh Beijing dan Washington.

Sebelumnya, Microsoft membicarakan keinginannya untuk membeli TikTok di Amerika Serikat. "Kami percaya diri proposal kami akan baik untuk pengguna TikTok sekaligus melindungi keamanan nasional," tulis situs perusahaan.

Pemerintah China memperbarui aturan ekspornya yang mengharuskan perusahaan untuk mendapatkan izin resmi jika ingin menjual teknologi seperti algoritma TikTok ke perusahaan asing. ByteDance mengatakan mereka akan menuruti regulasi tersebut.

Seorang sumber dari pemerintah, yang terlibat dalam meregulasi TikTok, beberapa waktu yang lalu mengatakan ByteDance boleh menjual semua bagian TikTok tapi tidak algoritmanya.

ByteDance menggunakan source code yang sama untuk TikTok di semua negara, tapi dengan modifikasi untuk pasar yang berbeda.



Simak Video "ByteDance Tegaskan TikTok Tidak Dijual ke Microsoft atau Oracle"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)