Wawancara Eksklusif

Mytha Lestari Temukan Kedewasaan Bermusik Setelah Vakum

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Minggu, 30 Agu 2020 18:22 WIB
Mytha Lestari saat berkunjung ke kantor detikcom.
Mytha Lestari lebih dewasa dalam bermusik. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta -

Setelah merilis Halusinasi (2018) dan Kala (2019) secara mandiri, penyanyi Mytha Lestari tidak lagi merilis apapun selama lebih dari setahun. Namun di bulan ini, dirinya mengeluarkan Dunia, sebuah lagu yang memberikan nuansa berbeda dari balada patah hati yang biasa dia bawakan.

Menurutnya, perubahan warna bermusik itu ia peroleh setelah nyaris dua tahun beristirahat dari industri musik. Memutuskan kembali bergabung ke label rekaman setelah memproduksi musik secara mandiri, Mytha Lestari mengaku telah melalui begitu banyak pertimbangan.

"Jadi waktu kemarin (rilis) Halusinasi dan Kala itu aku sendirian tuh, maksudnya being indie, berasa susah payahnya, karena 12 tahun gue di label. Tadinya gue mau belajar mandiri ternyata belum bisa," ungkap Mytha dalam sesi wawancara dengan detikcom, baru-baru ini.

Selama satu tahun beristirahat dari hingar bingar dunia musik, dirinya bukan hanya mematangkan pilihan untuk kembali bergabung dalam label rekaman baru, namun juga mencari tujuan dan arah bermusik selanjutnya.

"Gue ngumpulin lagu, belajar, gue harus naik kelas nih sebagai musisi sama singer. Gue benar-benar mencari rumah, mencari arti bermusik gue yang baru supaya gue nggak di situ-situ saja dan pendengar gue juga nggak bosen. Menurut gue untuk bikin satu karya butuh purpose yang jelas," ceritanya.

Mytha Lestari akhirnya menemukan hikmah dari keputusannya beristirahat dari dunia musik. Dirinya kini merasa lebih siap untuk kembali dan bahkan menemukan kedewasaan dalam bermusik.

"Gue mulai menemukan pendewasaan dari bermusik gue sih," kata Mytha.

Dia mengaku, selama ini dirinya kerap berusaha mengikuti apa yang penggemarnya sukai hingga melupakan untuk dapat disukai orang lain, ia harus lebih dulu menyukai karyanya.

Perlahan, Mytha Lestari belajar untuk mulai mendengarkan kata hatinya dan menulis lagu sebagaimana yang dia inginkan.

"Kedewasaan musik adalah ketika lo jujur sama musik lo sendiri, terus ketika lo bisa memberikan value untuk org lain dari musik lo," ujar dia.

"Banyak sih filosofi yang gue dapatkan selama dua tahun ini. Gue juga mulai belajar bagaimana menghargai perbedaan," sambungnya.



Simak Video "Murka Mytha Lestari Saat Sang Anak Di-bully Netizen"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)