HUT SID Dibubarkan Polisi, Ada Faktor Selain Tidak Patuh Protokol COVID

Angga Riza - detikHot
Rabu, 19 Agu 2020 10:10 WIB
Superman Is Dead (Instagram sid-official)
Foto: Superman Is Dead (Instagram sid-official)
Jakarta -

Perayaan ulang tahun ke-25 dari band Superman is Dead (SID) yang berlangsung di Twice Bar, Kuta, Badung, Bali tadi malam, Senin (19/8/2020) dibubarkan aparat kepolisian.

Selain karena tidak mematuhi aturan protokol COVID-19, polisi juga mengungkapkan acara tersebut tidak mengantongi izin keramaian.

Menurut keterangan Kapolsek Kuta Kompol Teuku Ricky, polisi bersama dengan Satpol PP membubarkan acara itu setelah mendapat laporan dari masyarakat dan melakukan pengecekan.

Saat tiba di tempat, pihak kepolisian mendapati sejumlah warga yang berkumpul tanpa menggunakan masker.

"Tadi kami mendapat ini video dari masyarakat terkait kegiatan di Twice Bar kemudian saya bersama perangkat desa adat dan Camat serta Koramil dan stakeholder yang ada kita mendatangi lokasi ternyata begitu kita melihat secara langsung ditemukan banyak warga yang tidak menggunakan masker," ujar dia.

Kompol Teuku Ricky menambahkan, "Maka dari itu kami melakukan langkah-langkah untuk bersama sama dengan satgas COVID-19 untuk membubarkan kegiatan tersebut karena dianggap kegiatan tersebut tidak memenuhi protokol kesehatan."

Ketika melakukan pengecekan, rupanya akses jalan menuju lokasi ditutup. Namun terdapat sejumlah kendaraan yang terparkir.

"Kegiatan tadi sempat kita melihat ada penutupan jalan sehingga kita membubarkan warga yang menutup jalan dengan kendaraan yang terparkir tidak sesuai dengan ketentuan disitu," jelas Ricky.

Setelah diusut, polisi menyimpulkan kendaraan yang terparkir dan orang-orang yang berkumpul adalah mereka yang menghadiri perayaan ulang tahun Superman is Dead.

"Dari situ kita menemukan tidak mengantongi ijin-ijin kegiatan yang bersangkutan selanjutnya kita bubarkan," tutur Ricky.

"Tadi kita bubarkan sekitar 21.30 (WITA). Tidak ada (perlawanan) kita mengedepankan persuasif kita himbau kepada warga untuk tetap membubarkan diri dari kegiatan tersebut secara persuasif," kata Ricky lagi.

Sebelumnya, Superman is Dead mengumumkan tetap akan mengadakan perayaan ulang tahun mereka yang ke-25 meskipun drummer mereka, Jerinx, tengah ditangkap karena urusan hukum.

"Sejatinya diulang tahun perak ini, kami hendak mengangkat gelas dengan riuh rendah pesta pora memasuki usia seperempat abad kami, namun satu dari kami harus terpisah tembok jeruji yang mengurungnya, mengambil sejenak ia dari eratnya rangkulan hangat kami," tulis mereka di akun Instagram-nya.

"Beruntung sekali rekan-rekan musisi seperjuangan kami, berinisiatif untuk memperingatinya sore nanti," lanjutnya.

"Tak ada medali atau piala untuk ungkapan rasa syukur kami, selain ucapan yang tulus akan derap langkah bersama ini yang akan selalu kita jaga bara nyalanya untuk selamanya," sambung mereka lagi.

Sebelumnya, Jerinx yang merupakan drummer dari Superman is Dead berurusan dengan polisi karena menyebut IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sebagai kacung dari WHO (World Health Organization) di media sosial.

Setelah dilaporkan ke polisi, Jerinx ditetapkan sebagai tersangka untuk kasus ujaran kebencian.

Jerinx dijerat dengan Pasal 28 ayat (2) jo Pasal 45A ayat (2) dan/atau Pasal 27 ayat (3) Jo Pasal 45 ayat (3) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik. Personel SID itu terancam enam tahun hukuman penjara dan denda Rp 1 miliar.



Simak Video "Jerinx SID Ancam Adam Deni Pakai Handphone Nora Alexandra"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)