Album Baru Didi Kempot Dirilis, Dorce Gamalama dan Betrand Peto Ikut Beri Warna

Bayu Ardi Isnanto - detikHot
Minggu, 21 Jun 2020 09:15 WIB
Press conference peluncuran album baru Didi Kempot
Foto: Bayu Ardi Isnanto
Solo -

Manajemen penyanyi campursari Didi Kempot, DK Management, meluncurkan album baru. Album ini khusus dipersembahkan khusus untuk sang maestro yang meninggal 5 Mei 2020 lalu.

Dari 11 lagu dalam album itu, istri Didi Kempot, Yan Vellia beserta dua anaknya, Saka dan Seika turut menyumbangkan suaranya. Ada pula nama Betrand Peto Putra Onsu dan Dorce Gamalama yang mewarnai album tersebut.

Betrand Peto dalam album itu berkolaborasi dengan Saka dan Seika menyanyikan lagu berjudul 'Bapak' ciptaan Didi Kempot. Terkait kehadiran Bertrand Peto, Yan Vellia mengatakan memang berkawan baik dengan Ruben Onsu. Mereka ingin mengolaborasikan dengan anak-anak mereka.

"Selain itu, saya ingin melanjutkan cita-cita Mas Didi. Dulu pernah menggandeng Ayub Antoh asal Papua menyanyikan lagu Jawa. Kali ini Bertrand dari NTT. Jadi lagu Jawa tidak harus dinyanyikan orang Jawa," kata Yan dalam jumpa pers di Solo, Sabtu (20/6/2020).

Sementara Dorce Gamalama menyumbangkan dua karyanya di album ini. Satu lagu dinyanyikan oleh Seika berjudul 'Tokek'. Satu lagu lainnya 'Kagem Pakdhe' dinyanyikan Dorce sendiri.

"Bunda Dorce menghubungi saya waktu saya bangun tidur. Karena saya belum punya nomor bunda, saya tanya apa bener ini Bunda Dorce. Langsung beliau mengirim voice, ingin ngasih persembahan ciptaannya secara gratis buat Mas Didi Kempot," ujar Yan.

Press conference peluncuran album baru Didi KempotPress conference peluncuran album baru Didi Kempot Foto: Bayu Ardi Isnanto


Yan Vellia juga turut bernyanyi lagu berjudul 'Kembang Mawar' ciptaan Ndarboygenk. Dia berduet dengan putranya, Saka.

Sedangkan lagu-lagu lainnya merupakan kompilasi lagu-lagu terbaik Didi Kempot yang dinyanyikan oleh para penyanyi dari DK Management. Yan masih merahasiakan judul-judul lagu tersebut.

Menurutnya, lagu yang cukup menguras energi ialah lagu yang kolaborasi Saka, Seika dan Bertrand. Karena pandemi COVID-19, mereka tidak dapat melakukan rekaman di satu studio.

"Kesulitannya di tek-tok nadanya saja, karena suara mereka berbeda. Kita take, ternyata suara Betrand ketinggian, jadi harus mengulang lagi, kita kirim ke Jakarta," ujar dia.

Untuk pengambilan gambar video klip relatif mudah diselesaikan. Kendala paling berat ialah ketika harus mengatur anak-anak, terutama Seika yang masih balita.

"Seika masih moody, kalau mau syuting ya syuting, kalau rekaman ya rekaman. Kalau nggak mau ya nggak mau. Kalau yang lain lancar," tutupnya.

(ron/ron)