detikHot

music

Royalti Tertahan hingga Triliunan Rupiah, Musisi Indonesia Disarankan Lakukan Ini

Rabu, 29 Apr 2020 12:06 WIB Dicky Ardian - detikHot
PARK CITY, UT - JANUARY 19:  A general view of atmosphere at the YouTube Dear White People Reception  on January 20, 2014 in Park City, Utah.  (Photo by Andrew H. Walker/Getty Images for YouTube) Foto: Gettyimages - Andrew H. Walker
Jakarta -

Freddy Harris, Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI), menyebut royalti musisi Indones tertahan, salah satunya di YouTube, hingga triliunan rupiah.

Oleh karena hal tersebut Freddy mendorong musisi Indonesia untuk bergabung bersama Federasi Serikat Musik Indonesia (FESMI). Menurutnya dengan begitu, pemerintah melalui Dirjen KI bisa memberikan stimulus agar musisi bisa mendapatkan haknya.

"Makanya diciptakan lembaga yang diinisiasi samaFESMI untuk memperjuangkan hak musisi," katanya dalam diskusi virtual bertajuk IP Talks From Home - Pelindungan Kekayaan Intelektual di Tengah Pandemi, beberapa hari lalu.

Menurutnya, hingga kini, masih banyak ditemukan penggunaan musik karya musisi Indonesia tanpa izin di YouTube.

"Kita juga banyak menagih. Jumlahnya triliunan di YouTube," kata Freddy.

Sayangnya, angka sebesar itu sulit cair. Freddy menyebut database musik Indonesia tidak lengkap sehingga sulit membuktikan kepemilikan musik tersebut.

"Tapi nggak bisa diklaim, karena tidak ada pendaftaran pemilik dan pencipta," jelasnya.




Simak Video "Jadi Konsultan Hak Cipta, Marcell Siahaan: Saya Ingin Sharing Ilmu"
[Gambas:Video 20detik]
(dar/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com