Drama Jelang Grammy

Setelah Gulingkan CEO, Yayasan Grammy Angkat Bicara

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Rabu, 22 Jan 2020 12:47 WIB
Halaman ke 2 dari 2
2.

Deborah Dugan Melawan

Setelah Gulingkan CEO, Yayasan Grammy Angkat Bicara
Foto: Deborah Dugan

Menanggapi pernyataan pihak The Recording Academy, kuasa hukum Dugan pun membantah hal itu. Menurutnya, tuduhan yang dilayangkan pada Dugan tidak benar.

"Dugan berulang kali mengajukan kekhawatirannya sepanjang masa jabatannya di yayasan (kepada bagian SDM) dan ia bahkan memberikan fokusnya pada persoalan keberagaman dan inklusivitas di rapat dewan," ungkap kuasa hukum Dugan.

Sedangkan klaim yang mengatakan Dugan disebut menuntut US$ 22 juta juga dianggap sama sekali tidak bernar.

Dikutip dalam wawancara dengan New York Times yang berlangsung sebelum Dugan melayangkan laporan protesnya, dua anggota emeritus The Recording Academy, Mason dan Christine Albert mengungkapkan pendapatnya mengenai Deborah Dugan.


Menurut keduanya, ada intensi dari Dugan untuk membuat perubahan di tubuh The Recording Academy. Akan tetapi Dugan bergerak terlalu cepat dan tidak mencoba mengerti bagaimana cara kerja dan berjalannya organisasi itu yang telah langgeng selama ini.

Dugan juga dianggap enggan mendengarkan masukan dari karyawan lainnya. "Apa yang kami inginkan adalah perubahan tanpa adanya konflik," kata Albert.

Meski bersilat lidah, namun pihak Recording Academy mengatakan pihaknya akan mengutus tim independen untuk menyelidiki semua kasus yang dituduhkan oleh Dugan.

Dalam laporannya, Dugan menuduhkan adanya 'boys club' yang bekerja sama untuk memperkaya diri sendiri, merugikan perempuan dan memanipulasi pemungutan suara untuk pemenang Grammy.

Ia juga menyebut adanya tindakan pelecehan seksual yang dialami olehnya yang dilakukan oleh penasihat dan mantan anggota dewan yayasan, Joel Katz, dan pemerkosaan terhadap artis perempuan yang dilakukan oleh mantan CEO Grammy, Neil Portnow.

(srs/dar)