detikHot

music

Menyelami Pengalaman Dialita sebagai Penyintas di Joyland 2019

Minggu, 08 Des 2019 17:36 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Halaman 1 dari 2
Jakarta - Sekumpulan perempuan penyintas tragedi 1965 berkumpul membentuk paduan suara yang dinamakan Dialita (singkatan dari Di Atas Lima Puluh Tahun).

Paduan suara Dialita dari panggung ke panggung menyanyikan lagu-lagu sebagian ditulis mereka di balik jeruji besi. Mereka menjadikan lagu sebagai pengobar semangat dan penyambung asa.

Mereka tampil di panggung Lily Pad gelaran hari kedua Joyland Festival 2019 yang berlangsung pada Minggu (8/12/2018) di Lapangan Panahan, Gelora Bung Karno, Jakarta Pusat. Mereka naik panggung pada pukul 15.15 WIB.



'Salam Harapan' dan 'Ujian' menjadi dua lagu pembuka yang dibawakan oleh mereka.

Cerita yang ada di balik lagu-lagu Dualita tentunya menjadi pengalaman yang penting dan telah sepatutnya dibagikan kepada para penonton.

Sore itu, mereka pun mengajak penonton menyelami pengalaman mereka sebagai penyintas dengan bercerita.



"Lagu itu ditulis tentang masa kelam tapi masa kelam itu telah mengubah kami menjadi masa yang lebih baik," kata salah satu personel.

'Lagu Untuk Anakku', 'Di Kaki Tangkuban Perahu', dan 'Tani Menggugah Hati' pun dinyanyikan setelahnya. Tiap lagu memiliki maknanya tersendiri. (wes/wes)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com