detikHot

music

Musik untuk Republik Suarakan pada Jokowi Keresahan Perpecahan Bangsa

Minggu, 06 Okt 2019 13:57 WIB Devy Octafiani - detikHot
Foto: Musik untuk Republik Foto: Musik untuk Republik
Jakarta -

Sebelum menggelar Musik untuk Republik, sejumlah musisi datang ke istana untuk bertemu dengan Presiden Jokowi. Mereka mengaku menolak menerima bantuan apapun termasuk dana dari presiden.

Namun tak hanya itu, momen pertemuan itu juga sebagai kesempatan bagi para musisi untuk menyampaikan keresahan akan perpecahan yang terasa sejak pemilihan presiden dan Pemilu April 2019 lalu.

"Kami sampaikan ke beliau, bapak kami ini sangat khawatir dengan perpecahan yang sudah terjadi. Saya ngomong sendiri sebagai musisi bawah tanah," ujar Ezra Simanjuntak panitia penyelenggara Musik untuk Republik dalam pernyataan yang diterima detikcom.


Acara musik ini ditegaskan murni sebagai acara yang membawa pesan akan persatuan. Acara ini menilai perpecahan yang terjadi di masyarakat kian kritis.

Pesan sederhana konser untuk republik ini adalah sebagai simbol ekspresi bukan hura-hura. Melalui musik, pesan yang ingin disampaikan adalah persatuan dan kesatuan Indonesia.


Hal yang sama disampaikan oleh panitia lainnya, seperti diungkapkan oleh Raiden Soedjono. Dia mengatakan bahwa konser ini bertujuan untuk menyatukan kembali persatuan dan perdamaian di tengah masyarakat.

"Konser kami jelas membawa pesan persatuan dan perdamian anak bangsa, tapi mereka terus nyinyir. Sementara mereka menutup mata untuk konser-konser lain yang sifatnya hura-hura dan orientasi profit," Kata Raiden.




Simak Video "Treatment Giorgino Abraham Dalami Peran Antagonis di 'Dignitate'"
[Gambas:Video 20detik]
(doc/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com