Gelar Konser untuk Republik, Musisi Ingin Rakyat Kembali Bersatu

Nugraha - detikHot
Kamis, 03 Okt 2019 21:17 WIB
Foto: Musik untuk Republik
Jakarta - Raiden Soedjono, drummer terkenal sekaligus ketua panitia konser untuk republik mengaku bingung, kenapa konser musik untuk tujuan merekatkan kembali persatuan dan kesatuan anak bangsa masih bisa dinyinyirin. Padahal, banyak konser lain yang sifatnya hura-hura dan berorientasi profit mereka tutup mata.

"Konser kami jelas membawa pesan persatuan dan perdamaian anak bangsa, tapi mereka terus nyinyir. Sementara mereka menutup mata untuk konser-konser lain yang sifatnya hura-hura dan orientasi profit," kata Raiden saat dihubungi wartawan, Kamis (3/10).

Hal itu disampaikan Raiden untuk menjawab kritik dari sebagian masyarakat Indonesia terkait rencana konser untuk republik di Cibubur dari tanggal 18 sampai 20 Oktober 2019 dengan konsep untuk merekatkan kembali persatuan dan perdamaian akibat dari polarisasi 01 dan 02.

"Bagi kami persatuan dan perdamaian ini harga mati tidak bisa ditawar. Saya bingung kenapa aksi kami masih dinyinyirin," sesalnya.

Dijelaskan Raiden bahwa gerakan ini muncul atas keresahan para musisi yang melihat polarisasi 01 dan 02 usai pilpres tak kunjung usai. Terbentuklah ide untuk mengembalikan persatuan dan perdamaian melalui pagelaran konser musik.



"Musisi ini adalah influncer yang tepat. Sehingga pesan persatuan dan perdamaian yang akan disampaikan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat. Pesan yang akan disampaikan juga jelas, persatuan harga mati tak bisa ditawar lagi, kalau ada yang tidak ingin kita bersatu patut dipertanyakan," tegasnya.

Para musisi yang hadir juga kata Raiden tidak lagi memikirkan profit, seperti Godbless, mereka tidak terima public rate, hanya production cost beberapa vendor juga sama. Mereka kata Raiden memiliki hati merah putih, tidak memikirkan profit dengan menjual tiket.

"Jadi kalau ada yang masih meragukan kami, apakah mereka-mereka ini menolak persatuan. Buat saya sih simple, jika kita bersatu segala konflik yang ada di bangsa ini bisa selesai," ujarnya.

Terkait pertemuan dengan Presiden Jokowi, Raidan mengatakan bahwa tujuannya untuk berdialog tidak untuk meminta izin apalagi permintaan dana. Karena kata dia, siapapun presiden terpilih, sebagai warga negara yang baik tentu harus menghormatinya.

"Pak Jokowi menawarkan apa yang bisa dibantu, kita tolak mentah-mentah. Karena gerakan ini harus bersih dari kepentingan apa pun. Kalau ada yang tidak suka, mungkin mereka anti Pak Jokowi atau memang mereka tidak suka kita bersatu, ini tugas kita untuk membangunkan kesadaran mereka," ungkapnya.



Simak Video "West Ham United Unggah Ampun Bang Jago, Tian-Ever: Nggak Nyangka!"
[Gambas:Video 20detik]
(nu2/dal)