detikHot

music

A Luta Continua! Lagu-lagu Ini Cocok Temani Perjuangan

Rabu, 25 Sep 2019 13:27 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Foto: Rico Bagus Foto: Rico Bagus
Jakarta - Sejumlah mahasiswa turun ke jalan pada 23 dan 24 September 2019. Aksi tersebut terjadi di beberapa kota, salah satu yang terbesar adalah di depan Gedung MPR/DPR, Jakarta.

Tuntutan mahasiswa di antaranya, mendesak adanya penundaan dan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalah RKUHP, RUU Ketenagakerjaan, dan RUU Pertanahan, mendesak pembatalan UU KPK dan upaya pelemahan KPK, dan mendesak pengesahan RUU P-KS.




Mereka juga menuntut negara untuk mengusut dan mengadili pihak-pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia serta meminta negara melakukan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

detikHOT merangkum sejumlah lagu yang cocok untuk menemani perjuangan mahasiswa.

'Bunga dan Tembok' - Fajar Merah feat. Cholil Mahmud

[Gambas:Youtube]



'Bunga dan Tembok' merupakan lagu yang diambil dari puisi karya Wiji Thukul, ayah dari Fajar Merah. Lagu ini sempat menjadi lagu untuk film 'Istirahatlah Kata-Kata' (2016).

"Seumpama bunga kami adalah yang tak kau hendaki tumbuh / Seumpama bunga kami adalah yang tak kau hendaki adanya

Kau lebih suka / Membangun rumah, merampas tanah / Kau lebih suka / Membangun jalan raya, membangun pagar besi

Seumpama bunga kamilah yang rontok di bumi kami sendiri."

'Mosi Tidak Percaya' - Efek Rumah Kaca

[Gambas:Youtube]



'Mosi Tidak Percaya' menjadi salah satu lagu Efek Rumah Kaca yang ada di album 'Kamar Gelap' (2008).

"Ini masalah kuasa, alibimu berharga / Kalau kami tak percaya, lantas kau mau apa?

Kamu tak berubah, selalu mencari celah / Lalu semakin parah, tak ada jalan tengah

Jelas kalau kami marah / Kamu dipercaya susah."

'Gie' - Okta feat. Eross Candra

[Gambas:Youtube]



'Gie' merupakan lagu yang menjadi soundtrack untuk film biopik tentang Soe Hok Gie yang berjudul sama. Lagu itu ditulis Eross Candra.

"Sampaikanlah pada ibuku / Aku pulang terlambat waktu / Ku akan menaklukkan malam/ Dengan jalan pikiranku

Sampaikanlah pada bapakku / Aku mencari jalan atas / Semua keresahan-keresahan ini / Kegelisahan manusia

Tak pernah berhenti berjuang / Pecahkan teka-teki malam."

'Bongkar' - Iwan Fals

[Gambas:Youtube]



'Bongkar' pernah menjadi lagu yang dinyanyikan oleh mahasiswa di tahun 1998 ketika meminta kekuasaan Orde Baru untuk turun.

Meski telah bertahun-tahun lalu, namun lirik dari lagu tersebut terasa masih relevan hingga kini.

"Sabar, sabar, sabar dan tunggu / Itu jawaban yang kami terima / Ternyata kita harus ke jalan / Robohkan setan yang berdiri mengangkang

Penindasan serta kesewenang-wenangan / Banyak lagi, teramat banyak untuk disebutkan / Hoi hentikan, hentikan jangan diteruskan / Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan."


Simak Video "Penampakan Pos Polisi Palmerah yang Amburadul Usai Dibakar Massa"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)

Photo Gallery
FOKUS BERITA: Mahasiswa Bergerak
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com