detikHot

music

Makna di Balik Lagu-lagu Marcello Tahitoe dalam 'Antistatis'

Selasa, 13 Agu 2019 16:21 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Marcello Tahitoe. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT Marcello Tahitoe. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Marcello Tahitoe. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT Marcello Tahitoe. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT
Jakarta - Marcello Tahitoe merilis album 'Antistatis' yang merupakan album kelima untuknya. Materi dalam album tersebut telah dikumpulkan Marcello sejak 2011.

Ketika bertandang ke kantor detikHOT, Marcello berbicara mengenai makna dan inspirasi di balik lagu-lagunya. Simak di bawah ini:

'Hanyut'

[Gambas:Youtube]



'Hanyut' merupakan single ketiga di album ini. Lagu ini merupakan ajakan untuk mengikuti kata hati dan bebas mengekspresikan hasrat diri.

"Lo harus bebas lah, harus tenggelam dalam sebuah alunan masik yang bising. Lo bebas mengekspresikan diri lo," terangnya.

'Antistatis'

Lagu ini dipilih menjadi judul album. 'Antistatis' merupakan benang merah dari apa yang ingin disampaikan Marcello dalam albumnya, bahwa perubahan adalah sebuah keniscahyaan.

"Lo nggak harus mengubah diri lo, karakter lo atau cita-cita lo, tapi ada beberapa bagian dari diri lo yang harus lo ubah. Bahkan untuk mengikuti hasrat lo, ya mungkin lo harus berubah juga," jelasnya.

'Negeri Ilusi'

Menurut Marcello, lagu ini merupakan salah satu yang paling politik di album ini. "Tentang orang yang lagi eneg aja sama hal-hal berbau politik," ucapnya.

'Badai Pasti Berlalu (Itu Yang Aku Tahu)'

Lagu ini berkisah tentang bagaimana kesulitan pasti berlalu dan berganti dengan hari-hari yang lebih baik.

"Di lagu itu gue ngajak orang lain, ayo nggak mungkin hujan terus, nggak munkin hujan terus. Pasti ada tenanngnya, lo harus bertahan dan cari pegangan aja," tuturnya.

Marcello Tahitoe. Marcello Tahitoe. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT


'Munafik'

Nyaris sama seperti 'Negeri Ilusi', 'Munafik' menggambarkan ketidaksukaan Marcello terhadap orang-orang yang bermuka dua. "Gue nggak suka sama orang munafik," ucapnya.

'Sampah Sampah Dunia Maya'

Lagu ini pernah menjadi single pembuka sebelum albumnya benar-benar dirilis. Berkisah tentang ketidaksukaan Marcello melihat orang-orang yang saling bertikai di sosial media.

"Kalau ngelihat netizen berasa yang paling benar, nah lagu ini tentang itu," ungkap Marcello.
Marcello Tahitoe. Marcello Tahitoe. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT

'Dosa Paling Nikmat'

Lagu ini berbicara soal perasaan candu. Marcello berkata, "Menceritakan keterikatan seseorang terhadap satu hal yang nggak baik."

Marcello Tahitoe. Marcello Tahitoe. Foto: Asep Syaifullah/detikHOT


'Generasi Sintetik'

Di lagu ini, Ello menyuarakan kemarahannya akan kepalsuan. "Gue rasa sekarang wow apa-apa udah sintesik," ucapnya.

'Kini Kau Tak Ada'

Menurut Marcello, lagu ini adalah yang paling personal dan memiliki makna yang mengena dalam album tersebut. Merupakan curahan kerinduan Marcello terhadap ibundanya yang telah meninggal dunia.

"Karena gue lagi kangen nyokap," katanya. "Itu personal banget, karena gue bikin buat nyokap," tambahnya.


Simak Video "Comeback Usai Kasus Narkoba, Ello Ngaku Grogi"
[Gambas:Video 20detik]
(srs/dar)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com