detikHot

music

Soal RUU Permusikan, Anji Bantah Bela Anang

Kamis, 07 Feb 2019 11:41 WIB Yakub Mulyono - detikHot
Anji Foto: Ismail/detikHOT Anji Foto: Ismail/detikHOT
Jakarta - Anji membantah telah membela Anang Hermansyah terkait polemik RUU Permusikan. Kedatangannya untuk menemui Anang justru ingin meminta penjelasan.

"Gara-gara saya mendatangi Mas Anang, justru saya dikira membela Mas Anang. Padahal kan tidak begitu," kata Anji ditemui detikcom usai menghadiri sebuah acara di Jember, Rabu malam (6/2/2019).

Mantan vokalis grup band Drive ini menjelaskan, dalam polemik RUU tersebut, salah satu orang yang berkompeten untuk dimintai penjelasan adalah Anang. Karena Anang berada di komisi yang membidangi persoalan tersebut.

"Di antara semua keriuhan tentang pembahasan RUU Permusikan ini, siapa sih yang harus ditanyai, ya Anang lah, siapa lagi?" tegas Anji.

Sebagai orang yang tidak tahu menahu tentang RUU tersebut, Anji merasa perlu meminta penjelasan kepada Anang. Apalagi, setelah RUU Permusikan itu terekspose ke masyarakat, orang yang paling disorot adalah Anang.

"Dan akhirnya setelah saya posting, akhirnya orang banyak tahu, oh ternyata yang membuat RUU itu bukan Anang, tapi Anang yang mengusulkan sebagai fasilitator dari suara musisi," jelas Anji.




Anji juga merasa kasihan terhadap Anang. Sebagai fasilitator, Anang justru saat ini yang sering mendapat hujatan.

"Saya kasihan juga sama Mas Anang. Sebagai fasilitator tapi dia justru menjadi terdakwa utama saat ini," kata Anji.


Tonton video: Komentar Adem Yovie Widianto soal Kisruh RUU Permusikan

[Gambas:Video 20detik]



Menurut Anji, RUU itu merupakan hasil diskusi dari beberapa musisi. Namun saat ini justru banyak yang cenderung terkesan cari aman.

"Awal usulan agar ada UU Permusikan sudah banyak musisi yang terlibat. Mereka diajak diskusi. Tapi mereka ini cari aman. Akhirnya Mas Anang doang sendirian," kata Anji.

Namun ketika RUU terbentuk, justru Anang yang menjadi sasaran tembak. Bukan hanya itu, Anji yang mengupload video dengan Anang pun juga ikut menjadi sasaran.

"Yang dibilang saya cari sensasi lah, atau adsense, padahal iklan sudah saya matikan," tandasnya.

Namun Anji setuju bahwa memang ada beberapa pasal di RUU yang seharusnya direvisi. Sebab jika lolos maka akan mematikan daya kreatif musisi.

"Yang diatur itu seharusnya industri musiknya, bukan malah terkesan mematikan kreativitas kita dalam bermusik," tandas Anji.



(dar/ken)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed