Lekat dengan Perdamaian, Reggae Jadi Warisan Budaya UNESCO

Lekat dengan Perdamaian, Reggae Jadi Warisan Budaya UNESCO

Dicky Ardian - detikHot
Senin, 03 Des 2018 11:26 WIB
Lekat dengan Perdamaian, Reggae Jadi Warisan Budaya UNESCO
Bob Marley sebagai ikon reggae dunia. Foto: Chris Jackson/Getty Images
Jakarta - Reggae mendapatkan penghargaan yang begitu besar. Dianggap sebagai salah satu kultur tanpa wujud, warna musik itu diganjar sebagai salah satu warisan budaya UNESCO.

Oleh organisasi PBB itu, reggae dianggap layak untuk dijaga. Tidak hanya itu, musik tersebut juga harus dipromosikan bersama tradisi lainnya.

"Hari ini hari bersejarah. Kami sangat, sangat gembira," kata Olivia Grange, Menteri Kebudayaan Jamaika, dilansir dari The Guardian.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ke manapun kau pergi dan memberitahu seseorang kau berasal dari Jamaika, mereka berkata, 'Bob Marley'," lanjutnya.




Tidak hanya itu, reggae juga dianggap mampu merepresentasikan kultur di Jamaika. Musik itu dianggap selalu bisa menyampaikan pesan kebersamaan dan perdamaian.

UNESCO menyebut reggae adalah suara dari kaum marjinal yang berkembang menjadi syair merdu dari masyarakat secara umum tanpa adanya perbedaan gender, etnis dan agama.

"Musik reggae telah berkontribusi secara internasional, mewakili isu-isu tentang ketidakadilan, perlawanan, cinta dan kemanausiaan. Secara umum, reggae menjadi bentuk perayaan dinamis, baik dari sudut sosial, politik, dan spiritual," ungkap UNESCO.

Reggae adalah warna musik yang lahir pada akhir '60-an. Aliran musik yang identik dengan Bob Marley sebagai ikonnya ini adalah perkawinan dari ska dan rocksteady yang kemudian dikembangkan dengan sentuhan jazz dan blues. (dar/nu2)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads