Berusia 20 Tahun, 'Baby One More Time' Berpengaruh Besar di Dunia Pop

Nugraha - detikHot
Kamis, 25 Okt 2018 14:32 WIB
Britney Spears Foto: Dok. Getty Images
Jakarta - 'Baby One More Time' tak cuma soal awal karier Britney Spears saja. Itu juga menjadi gerakan pop remaja akhir '90-an.

Perubahan paling besar adalah dari perilaku pecinta musik yang kebanyakan remaja. TRL yang merupakan media musik yang mendominasi pada era itu mulai menurun.

Para remaja penikmat boyband yang selalu mendominasi TRL beralih mendengarkan radio. Era MTV pun menjadi tak terbendung.

"Itu jadi peristiwa yang mendebarkan, itu adalah era munculnya kembali musik pop," kata Bos Jive Records, Barry Weiss seperti dilansir EW.
Tak sekadar itu saja, karena ketika itu nama Max Martin kemudian jadi salah satu produser pop paling sukses dan berpengaruh dalam sejarah modern. Pergerakan musik Swedia yang merupakan negeri asal Max pun secara otomatis terangkat.

"Itu berdampak dalam menempatkan Max dan Swedia dalam peta. Pembuat lagu Swedia lainnya mendapatkan ide bahwa mereka tak cuma harus menulis untuk Swedia dan Britania saja, mereka juga bisa menulis untuk orang Amerika dan benar-benar memanfaatkan pasar besar itu," kata pengamat musik, John Seabrook.

Semua kesuksesan itu dianggap secara sistemik memang sengaja diciptakan. Mulai dari perusahaan rekaman, artis, musik hingga video klip. Namun nyatanya hal tersebut dibantah. Sebab, jika semua gerakan itu diciptakan, maka akan ada Britney Spears lebih dari satu.
Britney Spears mempunyai cita-cita menjadi seorang bintang sejak kecil. Itu juga yang membuat publik menaruh rasa hormat sama seperti kepada Justin Timberlake.

Dua puluh tahun sudah berlalu, 'Baby One More Time' terdengar masih sangat relevan. Melodi dalam lagu itu terdengar abadi atau setidaknya melampaui musik yang diciptakan periode '90-an. (nu2/dar)