DetikHot

music

Layanan Musik Streaming Tak Bisa Nafkahi Musisi

Kamis, 09 Ags 2018 16:02 WIB  ·   Nugraha - detikHOT
Layanan Musik Streaming Tak Bisa Nafkahi Musisi Foto: Getty Images
Jakarta - Masa depan industri musik makin dipertanyakan, mengingat para musisi hanya menerima pendapatan 12 persen dari semua pasar musik. Tetap optimis?

Pendapatan tersebut terdengar begitu kecil, meski ternyata laporan dari Citigroup juga mencatatkan angka yang meningkat dari sebelumnya. Itu juga yang membuat para musisi terdengar optimis.

"Di AS, industri musik menghasilkan 43 miliar USD dalam pendapatan, sama dengan puncak sebelumnya pada 2006," kata Citigroup.

Pendapatan musisi diserap oleh sejumlah saluran, terutama manajemen, label rekaman, penerbit dan platform seperti layanan streaming dan stasiun radio.

"Tetapi karena industri musik begitu banyak perantara dan karena konsumsi musik sangat terpecah-pecah di berbagai platform," tuturnya.


Meski begitu, Citigroup juga menyebutkan, industri masih memiliki langkah-langkah yang harus dilakukan untuk beradaptasi dengan pergeseran pasar dan perkembangan teknologi.

Pada 2017, musisi hanya memperoleh 12 persen dari pendapatan musik. Proporsi yang diterima bagaimanapun sudah meningkat sebanyak 7 persen dari pendapatan tahun 2000.

"Kuncinya adalah bagaimana caranya mencapai ribuan orang yang semuanya mengemas tentang musik. Setelah melakukan itu, maka Anda memiliki kesempatan memonetisasi orang, meski akan menghadapi rintangan jika menempatkan musik di Spotify. Anda mungkin akan ditemukan meski masih membutuhkan puluhan juta drama untuk mencari nafkah dan kesetiaan penggemar yang tak sama. Pada tingkat dasar, ini mungkin bisa dengan menjual barang dagangan, jangan meremehkan bisnis menjual T-Shirt atau CD," ungkapnya.

Selain itu, ada juga laporan yang menyebutkan tentang konser. Setiap musisi yang tampil bisa mendapatkan penghasilan 100 USD pertiket.

"Itu biasanya artis veteran seperti Rolling Stones dan Sir Paul McCartney yang mendapatkan harga lebih tinggi dari rata-rata," ujarnya.

Konser-konser besar adalah alasan utama musisi mendapat penghasilan lebih baik. Itu juga sedikit menjelaskan bahwa masa depan berpotensi cerah bagi para musisi yang bersedia merangkul cara-cara baru menghasilkan pendapatan.

"Maraknya internet dan penurunan penjualan musik fisik menyebabkan pendapatan artis, secara absolut hampir stagnan antara tahun 2000 dan 2009. Namun dengan meningkatnya layanan berlangganan dan pertumbuhan dalam popularitas konser, pendapatan artis sekarang di tempat teratas."




Tonton juga 'Streaming Services Jadi Langkah Baik Bermusik Menurut Vidi Aldiano':

[Gambas:Video 20detik]


(nu2/dar)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed