DetikHot

music

Lagu Pop yang Semakin Sedih Mendayu dalam 30 Tahun Terakhir

Kamis, 17 Mei 2018 12:44 WIB  ·   Dyah Paramita Saraswati - detikHOT
Lagu Pop yang Semakin Sedih Mendayu dalam 30 Tahun Terakhir Ilustrasi musik. Foto: Getty Images
Jakarta - Sebuah penelitian yang dilakukan oleh jurnal Royal Society Open Science dari the Universitas California menunjukan bahwa tren musik pop telah berubah. Lirik-lirik dari lagu pop saat ini didominasi oleh lagu bertemakan kesedihan.

Penelitian tersebut dilakukan pada 500.000 lagu popular yang rilis di Inggris mulai dari 1985 hingga 2015. Mereka mengkategorikan tiap lagu berdasarkan suasana dari lagu tersebut.

Lagu-lagu dengan kategori 'kebahagiaan' dan 'cerah' ditemukan berkurang. Sedangkan lagu dengan kategori 'sedih' meningkat.

Selain lagu sedih, lagu dengan kategori 'untuk dansa' dan 'untuk pesta' juga meningkat.

"Tampaknya ketika keseluruhan suasana bahagia menurun, orang-orang cenderung ingin melupakannya (kesedihan) dan menari," kata salah satu penulis riset tersebut, Natalia L. Komatova kepada Associated Press, dikutip pada Jumat (17/5/2018).

Lagu-lagu yang ditemukan para peneliti dengan 'indeks kebahagiaan tinggi' misalnya, 'Glory Days' oleh Bruce Springsteen,'Freedom' oleh Wham !, dan 'Would I Lie to You?' Oleh the Eurythmics yang ketiganyanya rilis pada 1985.

Di sisi lain, adapula lagu dengan 'indeks kebahagiaan yang lebih rendah' contohnya 'Stay With Me' oleh Sam Smith, 'Unmissable' oleh Gorgon City, dan 'Whispers' oleh Passangers yang rilis pada 2014.

Penelitian yang sama juga menemukan bahwa genre lagu paling sukses pada dekade ini adalah pop dan dance dengan penurunan kesuksesan rock sejak 2000-an. Lagu-lagu yang dianggap 'maskulin' juga merosot seiring dengan meningkatnya prosentase penyanyi perempuan.
(srs/dar)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed