DetikHot

music

Akuisisi Apple atas Shazam akan Batasi Opsi Mendengarkan Musik?

Selasa, 24 Apr 2018 20:22 WIB  ·   Dyah Paramita Saraswati - detikHOT
Akuisisi Apple atas Shazam akan Batasi Opsi Mendengarkan Musik? Foto: Digital Trends
Jakarta - Lembaga European Union buka suara bahwa pihak mereka tengah melakukan investigasi pada Apple terkait akuisisinya terhadap aplikasi Shazam. Seperti yang diketahui, Shazam merupakan aplikasi yang menyediakan layanan identifikasi musik.

Dikhawatirkan, akusisi Apple terhadap Shazam bisa menimbulkan persaingan kurang sehat yang menyebabkan menyempitnya pilihan masyarakat terhadap aplikasi layanan streaming.

"Cara kita mendengarkan musik telah berubah secara signifikan beberapa tahun ke belakang," ungkap komisioner European Union, Margrethe Vestager dikutip dari Variety, Selasa (24/4/2018).



"Investigasi kami bertujuan untuk memastikan bahwa penggemar musik dapat terus menikmati sajian yang ditawarkan oleh layanan musik streaming tanpa terbatasi pilihannya karena proses penggabungan tersebut," lanjutnya.

Komisi European Union juga ingin meneliti lebih jauh mengenai bagaimana efek kerjasama tersebut terhadap pasar.

"Komisi kami ingin meneliti apakah dengan diambilnya Shazam, Apple akan dapat mengakses data sensitif dari para pengguna layanan penyidia musik streaming kompetitornya," terang siaran pers tersebut.

"Akses pada data tersebut bisa saja membuat Apple dapat langsung mengetahui siapa target dari kompetitornya dan mendorong mereka menggunakan Apple Music," lanjut keterangan tersebut.

Peraturan dan invertigasi tersebut akan menyelidik apakah hal tersebut akan membahayakan persaingan antar layanan jasa musik streaming. Hingga kini masih belum diketahui bagaimana dampaknya.

Shazam diakusisi Apple sejak Desember 2017. Perusahaan tersebut tidak menyebutkan berapa harga yang ditawarkan dari proses peleburan perusahaan itu. Namun dikabarkan nilai yang disepakati adalah sebesar USD 400 juta.

Selama ini Shazam dikenal sebagai aplikasi yang paling sering digunakan ketika seseorang ingin mengenali lagu apa yang tengah diputar. Aplikasi berbasis mobile-nya telah diunduh setidaknya oleh lebih dari 1 miliar kali.

Belum diketahui secara rinci apa rencana Apple terkait pembelian Shazam tersebut. Pihak Apple pun belum memberikan respons terkait pemberitaan perihal investigasi ini.
(srs/kmb)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed