DetikHot

music

Mariah Carey si Kupu-kupu Pemilik Suara Emas

Jumat, 13 Apr 2018 08:25 WIB  ·   Mahardian Prawira Bhisma - detikHOT
Mariah Carey si Kupu-kupu Pemilik Suara Emas Foto: Getty Images
Jakarta -

Lewat debut albumnya 'Mariah Carey', namanya muncul di atas panggung ajang penghargaan Grammy Awards 27 tahun lalu. Nominasi 'Best New Artist' nama Mariah Carey mencuat sebagai pendatang baru dengan lagunya 'Visions of Love' di tahun 1991.

Mengenakan dress hitam berhiaskan kristal Swarovski, rambut ikal cokelatnya dibiarkan tergerai begitu saja saat menerima piala Grammy. Saat itu nama Mariah Carey mulai dikenal sebagai solois perempuan yang memiliki teknik vokal melismatic dan teknik siul dalam bernyanyi yang begitu khas hingga mencapai lima oktaf.

Sepanjang perjalanan karier bermusiknya, Mariah Carey setidaknya sudah menelurkan 14 album studionya termasuk edisi Natal. Album yang diberi sesuai namanya itu berhasil melambungkan namanya. Lagu-lagunya seperti 'Visions of Love', 'Love Takes Time', 'Someday' dan 'I Don't Wanna Cry' berhasil mencuri perhatian.

Era 1990-an Mariah Carey sukses bertengger di berbagai macam tangga lagu internasional. Lewat tangan dingin Tommy Mottola, CEO Colombia Records, Mariah Carey muncul sebagai solois perempuan yang lugu dan manis serta teknik vocalnya yang kuat.

Mariah Carey si Kupu-kupu Pemilik Suara EmasFoto: Getty Images


Di tahun 1991 namanya lagi menghiasi berbagai macam penghargaan musik dan tangga lagu insternasional. Lewat album yang bertajuk 'Emotions' Mariah Carey kembali sukses dengan lirik lagunya yang manis dan alunan musik yang trend di eranya.

Lagu-lagu seperti 'Emotions' dan 'Can't Let Go' menjadi lagu yang tak bisa dipungkiri menjadi greatest hits bagi karier musik ibu dari si kembar Moroccan dan Monroe ini. Di tahun-tahun berikutnya Mariah Carey kembali menorehkan kesuksesannya sebagai diva lagu seperti 'Hero', 'Dreamlover', 'Without You' dan 'Anytime You Need a Friend' menjadi lagu-lagu yang sering diputar di radio-radio di berbagai belahan dunia.

Bagi Lambily, sebutan bagi penggemar Mariah Carey, ada tembang-tembamg manisnya yang lain seperti duetnya bersama Boyz II Men di 'One Sweet Day', lalu 'Fantasy' yang terdengar catchy bahkan merajai tangga lagu US Billboard Hot 100 sampai berminggu-minggu. Yang tak ketinggalan 'Always be My Baby' juga menjadi tembang manis yang menjadi lagu cinta bagi dua sejoli kebanyakan.

Album 'Daydream' membawa namanya dalam enam nominasi Grammy Awards tahun 1996. Namun sayang tak satupun piala gramophone dibawa oleh penyanyi yang identik dengan kupu-kupu itu.

Sebutan kupu-kupu bersuara emas disematkan pada Mariah Carey usai dirinya menelurkan album 'Butterfly' di tahun 1997. Album tersebut populer lewat lagu-lagu seperti 'My All' dan 'Butterfly' menampilkan range vokal yang luar biasa dari seorang Mariah Carey. Di album itu juga, terdengar warna musiknya pun sudah mulai berubah. Genre RnB ia usung lewat lagu lainnya seperti 'The Roof', 'Honey' dan 'Breakdown'.

Sebagai seorang solois Mariah Carey pun mengalami transisi dalam penulisan lirik lagu, alunan musik bahkan penampilannya yang ia suguhkan kemudian. Hal itu tak lain karena ada pengaruhnya dari momen perceraiannya dengan Tommy Mottola.


Namanya juga sempat menghiasi penghargaan Academy Awards di tahun 1999. Bersama almarhum Whitney Houston, Mariah Carey membawakan dengan apik lagu 'When You Believe' dan berhasil meraih dan memenangkan Oscar di kategori 'Original Song' lewat film 'Prince of Egypt'.

Kabar perseteruannya dengan Whitney Houston saat itu terdengar santer. Namun berhasil ia tampil dengan penampilan duetnya bersama pelantun 'I Will Always Love You' tersebut.

Jatuh bangun dalam karier bermusik sempat dialami oleh Mariah Carey. Album studionya dan filmnya yang bertajuk 'Glitter' di tahun 2001 tak laku di pasaran sehingga membuat si kupu-kupu bersuara emas itu mengalami stress berat. Namun tak hanya diam dan berkutat dengan masalahnya Mariah Carey kembali menelurkan album 'Charmbracelet' di tahun 2002.

Single 'Through The Rain' menjadi pembuktian kembali bagi Mariah Carey dengan labelnya sebagai diva musik dunia. Di album tersebut Mariah membawa pesan yang begitu sentimentil dari segi musik dan lirik lagunya yang mengingatkan kembali kesuksesannya di era 1990-an.

Mariah Carey si Kupu-kupu Pemilik Suara EmasFoto: Getty Images


Di tahun 2005, pelantun 'Fantasy' itu kembali menelurkan album 'The Emancipation of Mimi' yang juga terbilang sukses. Tembang-tembang lagu di 'The Emancipation of Mimi' memang terdengar begitu klasik kita akan diingatkan dengan gaya musik retro dan soul era 1970-an.

Lagu lainnya yang menjadi hits di tangga musik dunia yakni 'We Belong Together'. Bahkan album yang bersampul warna hitam dan sentuhan gold itu sempat sukses bertengger di puncak Hot Album Billboard 200 AS.

Di tahun 2018, Mariah Carey bakal mengobati rindu para penggemarnya di Indonesia dengan menggelar konser di Taman Lumbini, Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Ini kedua kalinya bagi sang diva menyambangi Indonesia untuk menggelar konser.

30 tahun perjalanan karier bermusiknya, Mariah Carey sudah menelurkan setidaknya 14 album studio dan menghasilkan berbagai macam penghargaan musik. Suara emasnya masih sering terdengar tak luntur meski zaman berganti.


(mah/doc)

Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed