DetikHot

music

Cardi B: Stripper, Hip-hop dan Instagram

Kamis, 12 Apr 2018 16:03 WIB  ·   Nugraha - detikHOT
Cardi B: Stripper, Hip-hop dan Instagram Cardi B Foto: REUTERS/Lucas Jackson
Jakarta - Ada jutaan pengikut di Instagram yang memuja sosok Cardi B, musisi dengan kuku panjang dan komentar-komentar menyebalkan. Di dunia musik ia baru dikenal 2015.

Ketika itu, ia menjadi member dari reality show VH1 dalam series 'Love & Hip Hop: New York'. Kalau pun banyak yang tak mengetahui sosok Cardi B, ia merupakan stripper dengan mulut besar tapi tak sebesar mimpinya.

Ia muncul di Grammy Awards 2018 dengan single 'Bodak Yellow'. Bukan tanpa prestasi, sebab lagu tersebut tiga minggu berada di chart nomor satu Billboard Hot 100. Ia juga menjadi rapper perempuan yang berhasil menduduki posisi pertama sejak Lauryn Hill. Lagu itu juga menjadi Single of the Year di 2017 BET Hip-Hop Awards.

"Ketika aku terjun ke dunia musik, aku tak akan memainkannya. Aku menyimpan hatiku, kakiku dan uangku di dalamnya," ungkapnya.


Cardi B, lahir dengan nama Belcalis Almanzar. Sebagai stripper, ia juga berusaha keras menjadi bintang Instagram. Kakak perempuannya bernama Hennessy Carolina Almanzar. Itu juga yang akhirnya membuat Belcalis remaja dipanggil Bacardi, kemudian berubah menjadi Cardi B.

"Saya tak pernah berpikir bisa populer, saya tak pernah berpikir akan jadi terkenal," katanya kepada Vibe.

Gerakannya di media sosial memang sangat berpengaruh kepada kariernya. Ia terhubung dengan ratusan, ribuan hingga jutaan orang asing di sana.

Cardi B punya darah Trinidad dari ibunya dan Republik Dominika dari ayahnya. Bahasa pertamanya adalah bahasa Spanyol. Ia tumbuh bersama keluarga besar di Washington Heights.

Penampilannya dengan wig, bulu mata, kuku dan payudara, disebut sebagai ciri khasnya. Ia juga punya aksen ekletik yang telah jadi alat musik hanya dengan dialeknya saja. Ia juga mampu membuat kata-kata dengan cepat, itu spesial.

Cardi BCardi B Foto: Jamie McCarthy/Getty Images
Masa remajanya, Cardi B sekolah di bidang musik teater dan teknologi. Ia juga mengambil beberapa kursus sebelum bekerja di sebuah supermarket di Manhattan selama tujuh bulan. Setelah itu, ia dipecat karena terlalu datang terlambat. Kemudian, ia mendapat dorongan untuk bekerja sebagai penari erotis. Ia putus asa, lalu tinggal bersama kekasihnya setelah diusir oleh orangtuanya.

"Jika saya suka tubuh saya dan saya ingin menunjukkannya, saya juga berhak untuk melakukannya. Dan jika itu adalah cara bagi saya untuk menghasilkan uang, mengapa tidak? Mengapa tidak menghasilkan uang dari saya, dari apa yang saya dapatkan? Mengapa tidak? Apakah akan ada bedanya jika saya bilang saya pergi ke sekolah?" ungkapnya.
(nu2/dar)

Photo Gallery
1 1 2 3 4
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed