DetikHot

music

Tak Ingin Khianati Karyanya, Ini Alasan ERK Mundur dari Bantuan Bekraf

Minggu, 11 Mar 2018 09:52 WIB  ·   Dyah Paramita Saraswati - detikHOT
Tak Ingin Khianati Karyanya, Ini Alasan ERK Mundur dari Bantuan Bekraf Foto: Efek Rumah Kaca
Jakarta - Di pertengahan minggu lalu, Efek Rumah Kaca mengeluarkan pernyataan yang cukup mengejutkan perihal mundurnya mereka dari bantuan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) untuk tampil di South by Southwest (SXSW) di Austin, Texas, Amerika Serikat.

Terkait hal tersebut dan kabar yang sudah kadung beredar, lewat akun Instagramnya @sebelahmata_erk, band pelantun lagu 'Desember' itu pun memberikan klarifikasinya.

Pernyataan tersebut ditulis dalam dua bagian, masing-masing bagian merupakan potongan foto yang berisikan tulisan surat terbuka dengan latar lagu 'Mosi Tidak Percaya'.


Selama ini Efek Rumah Kaca dikenal sebagai grup musik yang dengan lantang menyuarakan isu-isu sosial dan kritik terhadap pemerintahan. Dalam klarifikasinya tersebut, mereka mengatakan ada banyak hal dengan Bekraf yang tidak sesuai dengan nilai-nilai yang mereka percaya dan tuliskan dalam lagunya.

"Hal ini terus terang bertentangan dengan hati nurani kamu dan nilai-nilai yang selama ini kami suarakan melalui lagu-lagu kami. Dan tentu saja praktik seperti ini jauh dari pemenuhan salah satu prinsip tata laksana pemerintahan yang baik, yaitu efektif dan efisien," tulis mereka dalam salah satu bagian suratnya.


Menurut para personel Efek Rumah Kaca ada beberapa alasan yang membuat mereka memutuskan mundur dari bantuan Bekraf. Yang pertama adalah klaim sepihak dari pihak Bekraf yang mengatakan bahwa mereka dapat tampil dalam format minimalis dengan 5 personel. Padahal rencananya mereka tampil dalam format penuh dengan 9 personel.

[Gambas:Instagram]


Akhirnya Bekraf menyarankan untuk memasukkan sisa personel lainnya ke kolom kru. "Akibat dari sisa personel dimasukkan pada kolom kru, pada saat kami wawancara VISA, banyaknya jumlah kru ini juga sempat menjadi pertanyaan petugas," jelas ERK.

Yang kedua, mereka juga mengeluhkan perihal sulitnya mengakses laman penampil di situs SXSW. Pihak Bekraf mengatakan, ada beberapa rahasia yang harus mereka jaga sehingga Efek Rumah Kaca tak bisa mengakses langsung laman tersebut.


Setelah akhirnya bisa mendapatkan akses langsung, pihak ERK baru memahami betapa pentingnya akses ke laman tersebut untuk berkomunikasi langsung dengan pihak penyelenggara festival.

"Setelah kami berkomunikasi langsung dengan pihak SXSW, mereka dengan mudah mengijinkan kami untuk menambah kolom personel yang sesuai dengan jumlah personel kami," katanya.

Yang ketiga sekaligus menjadi yang paling ramai dibicarakan adalah permasalahan harga tiket. Dalam surat terbuka itu, ERK menyayangkan harga tiket yang memiliki selisih yang begitu jauh.


Ketika menjelaskan bagian ini, ERK bahkan membubuhkan screenshot dari beberapa situs penjualan tiket berbasis daring sebagai bukti.

Namun mereka menegaskan di dalamnya, sebenarnya yang Cholil Mahmud cs permasalahkan bukanlah hanya soal selisih harga, tapi juga mengapa harga tersebut bisa memiliki selisih yang begitu jauh dan janggal.

[Gambas:Instagram]


"Menurut akal sehat kami, praktik seperti ini justru hanya sekadar formalitas agar sesuai dengan lembar pertanggungjawaban yang nantinya menjadi dokumen pemeriksaan keuangan negara seperti yang tercantum pada pernyataan BEKRAF No. 19, padahak kenyataannya merupakan praktik penghamburan uang negara," jelasnya.

Selain tiga permasalahan di atas, ERK juga menjelaskan perihal masalah visa yang turut mewarnai kisruh antara pihaknya dan Bekraf, serta masalah-masalah lainnya.


Merangkum klarifikasi tersebut, Efek Rumah Kaca juga menuliskan, "Titik inilah yang membuat kami yakin untuk memutiskan mundur dari dukungan finansial Bekraf. Kami memuuskan untuk berangkat menuju SXSW dengan menggunakan dana mandiri yang berasal dari dukungan oleh para sahabat, pendukung, dan pendengar ERK."

Ini bukan kali pertama Bekraf gagal memberangkatkan musisi Indonesia untuk tampil di South by Southwest. Di tahun lalu, Kimokal dan The Trees and The Wild (TTATW) juga batal tampil di festival yang sama dan menyatakan mundur dari bantuan Bekraf.
(srs/dar)

Photo Gallery
1 1 2 3 4
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed