detikHot

music

Masih Gahar! Penampilan The Rollies di BNI Java Jazz Festival 2018

Minggu, 04 Mar 2018 20:37 WIB Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Foto: Hanif Hawari Foto: Hanif Hawari
Jakarta -

Di era 1970-an, The Rollies menjadi salah satu band cadas paling berpengaruh di Indonesia. Lama tidak terdengar kabarnya, rupanya penampilan mereka masih saja gahar.

Bak belum mau kehabisan napas, mereka tampil berenergi di BNI Java Jazz Festival 2018. Panggung Avarist Hall di Hall B2, JI Expo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (4/3/2018) menjadi saksinya.

The Rollies mengguncang panggung Java Jazz 2018.The Rollies mengguncang panggung Java Jazz 2018. Foto: Hanif Hawari

Ada sejumlah lagu yang dibawakan oleh The Rollies. Mereka tampak begitu menikmati penampilan mereka.

"Terima kasih, napas dulu, napas dulu, kami akan bawakan sebuah lagu yang mungkin banyak dikenal," ujar vokalis Alfred Ayal setelah membawakan beberapa lagu.

Masih Gahar! Penampilan The Rollies di BNI Java Jazz 2018Foto: Hanif Hawari

'Kau Yang Ku Sayang' dan 'The Love A Woman' menjadi tembang cinta yang dimainkan setelahnya.

Tidak berlarut-larut dengan nomor-nomor cinta, The Rollies membawakan lagu yang terdengar sedikit lebih kencang berikutnya.

"Ini lagu, lagu ini pernah dapat penghargaan dari menteri lingkungan hidup, judulnya 'Kemarau'," cerita Alfred Ayal kemudian membawakan lagu yang disebutnya.

Masih Gahar! Penampilan The Rollies di BNI Java Jazz 2018Aksi panggung mereka masih luar biasa. Foto: Hanif Hawari

Lagu 'Kemarau' tersebut kemudian segera disambung dengan 'We Got to Live'.

"Yang satu ini selalu mengingatkan saya dengan almarhum Gito Rollies," ungkap Alfred Ayal sambil memanggil Martin Legar untuk ikut bernyanyi. Lagu 'Astuti' pun dibawakan.

Selepas 'Astuti', lagu 'Burung Kecil' pun dibawakan kemudian. Segenap para personel The Rollies pun mengajak penonton mengenang Gito Rollies ketika lagu tersebut dibawakan.

Masih Gahar! Penampilan The Rollies di BNI Java Jazz 2018Foto: Hanif Hawari

Aksi panggung The Rollies masih berlanjut dengan 'Soul Vaccination', 'Smiling Phases', '25 or 6 to 4', hingga 'Dansa Yok Dansa'.

Pada lagu 'Dansa Yok Dansa', para penonton yang duduk sontak langsung berdiri ke depan panggung dan bergoyang mengikuti irama lagu. Mereka menggerakan tubuh dan mengangkat tangan ke udara sambil sesekali menepukan kedua tangannya.

Tidak hanya membawa aroma nostalgia, The Rollies membuktikan bahwa titel legenda layak disemangatkan pada mereka.




(srs/ken)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com