1 Dari 3 CD yang Terjual Adalah Bajakan
Minggu, 26 Jun 2005 11:57 WIB
Jakarta - Pelaku industri musik semakin gerah dengan maraknya pembajakan. Penelitian terakhir menyatakan 1 dari 3 CD yang terjual adalah bajakan. Salah satu pengekspor terbesarnya adalah Indonesia. Pembajakan musik baik secara online maupun kepingan jika tak dihentikan bakal membuat industri musik kehabisan nafas. Di 31 negara bahkan penjualan CD bajakan lebih tinggi ketimbang CD aslinya. Setidaknya 1,2 milyar CD bajakan terjual pada tahun 2004, 34% dari jumlah penjualan CD secara keseluruhan. Demikian laporan International Federation of Phonographic Industries (IFPI) dilansir Fox, Minggu (26/6/2005). Berbagai angka tentang pembajakan memang bikin sakit hati para pelaku industri musik. Bayangkan saja, hasil kerja mereka dicatut dengan seenaknya. Bagian pendapatan yang harusnya mereka dapatkan, habis diserobot oleh para pembajak nakal."Industri musik harus melawan pembajakan karena kalau tidak, industri musik akan semakin terpuruk," ujar ketua IFPI, John Kennedy. Pembajakan musik meningkat 2% di tahun 2004. Angka kenaikan ini tercatat sebagai yang terkecil selama lima tahun terakhir. Penyebabnya diperkirakan karena pemberantasan pembajak di Mexico, Brazil, Paraguay, Spanyol, dan Hongkong semakin menunjukan hasil yang baik. Beberapa negara yang masih dalam pengawasan katat IFPI adalah Brazil, Cina, India, Indonesia, Mexico, Pakistan, Paraguay, Rusia, dan Ukraina. Tiga negara yang tercatat sebagai pengekspor terbesar CD bajakan adalah Russia, Pakistan dan Indonesia. (fta/)











































