Megalitikum Kuantum
Harmonisasi Musik Tradisional-Modern
Kamis, 16 Jun 2005 13:08 WIB
Jakarta - Di era MTV seperti ini, sulit musik tradisional berdampingan dengan musik modern. Tapi dalam konser Megalitikum Kuantum, kedua musik beda zaman ini berharmonisasi di Jakarta Convention Center, 29-30 Juni 2005.Mungkin hanya segelintir orang yang masih ingat dengan alat musik Sampek dari Kutai atau Sasando dari Nias. Alat musik asli Indonesia ini bisa dibandingkan dengan petikan harpa yang lebih 'maju' darinya. Jika petikan Harpa Maya Hasan dan Sampek diduetkan, tak usah dibayangkan hasilnya, karena bisa dilihat dan didengarkan langsung pada konser akbar Megalitikum Kuantum.Ilustrasi di atas hanya sekelumit isi konser yang diselenggarakan untuk menyambut 40 tahun sebuah koran harian besar di Indonesia. Masih ada duet Indra Lesmana - I Wayan Rai dengan musik Jegongnya. Ada juga Dwiki Dharmawan yang berduet dengan seniman Rahayu Supanggah. Selain itu, masih adaKrisdayanti, Agnes Monica, Iyeth Bustami, Candil 'Seriues', Didik Ninik Towok dan banyak penyanyi serta musisi lainnya.Mungkin di Indonesia sebagian dari musisi tradisional masih asing di telinga. Tapi Merekalah para Virtuoso - individu yang memiliki penguasaan teknik tinggi yang menopang ekspresi kesenian- yang kemampuannya tak perlu dipertanyakan lagi. Ini diakui oleh penyanyi modern saat ini. Misalnya saja Indra Lesmana. Musisi Jazz yang sering tampil di banyak pertunjukan musik. Walau sempat terbingung-bingung, ia mengakui keindahan musik tradisional yang dimainkan para 'seniornya' itu."Saya harus memahami musik Jegong dalam waktu sebulan. Biasanya, saya mempelajari dua-tiga hari ini sudah masuk ke kepala. Tapi setelah itu, musiknya bisa saya gubah seperti makepung, sejenis karapan sapi di Bali," tutur Indra ditemui di Bentara Budaya Jakarta, Jl. Pal Merah, Jakarta Pusat.Hal senada juga keluar dari bibir Krisdayanti yang akan membawakan dua lagu. Sudah 2 hari mempelajarinya, lagu itu tidak nyantol di kepalanya. Baru sebulan, ia mampu membawakan lagu tersebut dengan memahami maknanya terlebih dulu."Aku sempat khawatir anak muda yang menonton konser ini akan bosan dalam setengah jam konser berjalan. Tapi saya yakinkan tidak. Karena ini sangat indah. Kalau nggak percaya, ya lihat saja nanti," promosi Krisdayanti yang baru saja bertemu Presiden SBY. (ana/)











































