Di tahun 2018 ini, masa-masa saat musik terdengar seragam atas nama 'mengikuti pasar' rasanya sudah berakhir. Sejak tahun lalu, sejumlah pelaku musik sepakat bahwa kini mereka lebih bisa untuk jujur dalam berkarya karya musik-musik yang dulu tersegmentasi kini bisa dinikmari dengan lebih luas.
Pendapat serupa juga diutarakan oleh Pengamat Musik sekaligus Music Director dari Trax 101.4 FM, Adit Broi. Ia mengatakan, apa yang ia lihat di 2017 akan berlanjut di tahun 2018.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mungkin dulu lagu-lagu keren nggak se-mass market itu. Sekarang malah lagu-lagu itu, pasar lebih bisa nerima. Mungkin yang dulu lebih terkesan segmented, tapi sekarang eranya udah lebih jadi bagian dari pop culture-nya," ungkapnya saat dihubungi oleh detikHOT, Kamis(4/1/2018).
Ada banyak faktor yang mempengaruhi hal tersebut. Yang pertama karena adanya perkembangan musik digital dan internet. Hal itu turut mempengaruhi keterjangkauan akses terhadap musik serta cara orang mendengarkan musik.
Namun menurut Adit Broi, hal itu tidak menjadi faktor tunggal. "Pasar juga sudah makin siap, penikmati musiknya juga udah semakin terbukauntuk hal-hal seperti ini," katanya.
Menurutnya, perubahan yang dilakukan oleh radio juga berpengaruh besar. Ia menyebutkan, radio kini tengah bertransformasi dengan tidak lagi hanya memutarkan lagu-lagu yang telah popular saja, tapi juga lagu-lagu baru yang potensial.
"Bukan cuma digitalnya tapi radio juga bertransformasi kalau buat aku, jadi bukan cuma genrenya atau hitsnya sih, kami juga bertransformasi sama apa yang bener-bener baru," tuturnya.
(srs/dar)











































