Napak Tilas Lagu Anak di Indonesia

Dyah Paramita Saraswati - detikHot
Kamis, 10 Agu 2017 12:24 WIB
Ilustrasi anak-anak mendengarkan lagu. Foto: 20detik
Jakarta - "Lihat kebunku penuh dengan bunga// Ada yang putih dan ada yang merah."

Siapa yang tidak tahu lagu 'Lihat Kebunku'? Lagu karangan Ibu Sud tersebut begitu terkenal di eranya. Di masa itu, ada sejumlah pencipta lagu anak yang terkenal dengan karya-karya cemerlangnya.

Sebut saja A.T. Mahmud dengan 'Ambilkan Bulan Bu' dan 'Balonku', atau Pak Kasur dengan lagu 'Dakocan' dan 'Naik Delman'.

Lagu-lagu mereka seakan menjadi anthem dan legasi yang terus menerus dinyanyikan oleh anak-anak Indonesia dari masa ke masa.


Memasuki era 90-an, muncul lah Trio Kwek-kwek yang beranggotakan Leony, Dhea Ananda, dan Alfandy. Mereka begitu terkenal dengan lagu 'Katanya, 'Bis Sekolah', hingga 'Mama Papa Bilang'.

Langsung saja trio tersebut menjadi idola anak-anak di masanya. Selain Trio Kwek Kwek, ada pula Saskia dan Geofanny, Maissy, hingga Cindy Cenora.

Memasuki awal 2000-an nama Sherina, Tasya Kamilla, dan Joshua Suherman juga sukses menjadi pelantun lagu anak-anak. Mereka tak hanya bernyanyi, mereka juga menjajal kemampuan akting lewat film 'Petualangan Sherina' atau 'Joshua Oh Joshua'.

Segera nama mereka menjadi ikon penyanyi cilik di jamannya.

Tapi masa itu boleh dibilang sudah lewat. Kini, tak banyak penyanyi cilik yang dapat memiliki nama sebesar para penyanyi cilik di jamannya tersebut.

Mirisnya, kurangnya lagu anak-anak kini membuat para anak kecil menjadi dewasa lebih cepat dari usianya karena 'terpaksa' mendengarkan lagu-lagu yang tidak sesuai usianya.

Sudah menjadi hal yang lazim jika di perjalanan, kita menemukan anak-anak yang sudah menyanyikan lagu-lagu yang seharusnya menjadi lagu orang dewasa.


Jarang sekali menemukan anak yang menyanyikan lagu-lagu anak bertema alam atau naik delman bersama ayah. Kini mereka melantunkan lagu cinta dan ode patah hati yang seharusnya tidak menjadi konsumsi mereka.

Tapi peluang untuk meramaikan lagi lagu anak memang begitu terbuka lebar. Buktinya, di Youtube, lagu anak masih menjadi magnet dengan disaksikan lebih dari 167 juta lebih pengguna Youtube.

Di Indonesia, musisi cilik juga terus mengisi kekosongan itu. Salah satunya adalah Romaria yang terus berusaha menyuguhkan musik terbaik untuk teman-teman seusianya.

Jadi, jika mengatakan lagu anak sudah mati, nyatanya tidak begitu. (srs/dar)