Kericuhan Di Tengah Konser Perdamaian

Kericuhan Di Tengah Konser Perdamaian

- detikHot
Senin, 25 Apr 2005 02:34 WIB
Kericuhan Di Tengah Konser Perdamaian
Jakarta - Perdamaian sudah pasti identik dengan kebersamaan. Tapi tidak pada konser perdamaian yang diusung Iwan Fals dan Slank. Konser bertujuan mulia itu dikotori dengan kericuhan berdarah dua massa berbeda.Oi (Orang Indonesia) dan Slankers dalam satu arena. Rasanya dengan musik, dua massa besar penggemar Iwan Fals dan Slank bisa disatukan. Ternyata tidak juga. Entah kenapa, gesekan kecil saja bisa membuat batu melayang.Sebelum acara dimulai, sudah banyak orang menduga kerusuhan yang akan timbul. Penggemar Iwan Fals dan Slank yang biasa menonton konser gratisan, harus dipungut bayaran. Walau dengan tujuan mulia, menyumbang untuk Aceh, sebagian dari mereka tetap ngotot masuk walau tanpa tiket seharga Rp 10.000. Jika dilarang, mereka akan merusak.Seperti yang terjadi Minggu (24/4/2005) malam, sebuah obor melayang mengenai sebuah mobil dekat Pasar Seni, Ancol. Untungnya saja tak terjadi kebakaran. Tak hanya itu, mereka menarik bambu yang dipakai untuk memasang spanduk sponsor dan digantikan dengan bendera yang mereka bawa. Entah kenapa, hal ini bisa terlewat dari petugas keamanan.Ketika konser berlangsung, kericuhan tetap ada di tengah-tengah konser. Perkataan Kaka bahwa malam itu OI dan Slankers bersatu dalam damai tak digubris. Sebagian penonton di tengah, tiba-tiba saja, sudah saling melempar botol minuman, sendal, bambu bahkan batu. Tentu saja ini mengganggu penonton yang benar-benar ingin menikmati suara Iwan dan Slank.Berkali-kali, mungkin dalam setiap jeda lagu, Kaka meneriakkan suara perdamaian. "Oi dan Slankers, hati-hati ada provokasi. Kalian harus saling menjaga karena malam ini kita bersatu dalam damai." Suara Iwan Fals di penghujung acara pun seperti dianggap angin sepi. Selagi membawakan lagu 'Bento' bersama Slank, tiba-tiba aksi lempar-melempar itu berkepanjangan. Penonton yang cari selamat lari ke pinggir lapangan. Sebagian dari mereka bahkan menjadi sasaran batu nyasar.Akibat kericuhan berbau anarkis ini, sekitar 50 orang luka-luka di sekitar wajah. Dua diantaranya terpaksa dirawat inap di rumah sakit. Sementara itu, ratusan orang mengalami luka-luka ringan.Usai konser, Iwan Fals dan anggota Slank menyatakan penyesalannya. Mereka yang berharap massa masing-masing akan menjaga sikap, ternyata tak didengarkan. Namun Iwan yang bijak tetap memahami kekisruhan tersebut."Saya bisa mengerti apa yang mereka rasakan. Di tengah-tengah (lapangan) itu panas. Orang-orang berdesakan. Nafas saja sulit. Makanya, gesekan sedikit bisa jadi sensitif," tutur Iwan yang diamini oleh semua anggota Slank. Kendati begitu, pelantun lagu 'Manusia 1/2 Dewa' ini berharap kericuhan tersebut menjadi yang terakhir dalam konser rock semacam ini.Iwan Fals dan Slank tampil luar biasaJika kekisruahan yang terjadi menyebalkan, tidak dengan penampilan Iwan Fals dan Slank malam ini. Slank yang membuka konser dengan tembang 'Lo Harus Gerak' tampil energik. Irama musik ciri khas Slank mengundang penonton terus bergoyang. Apalagi, Kaka yang berkaos hitam tanpa lengan dan bandana biru, seperti kelebihan energi. Membawakan 13 lagu selama sejam lebih, Slank menutup penampilan pertamanya dengan duet bersama Iwan Fals. Tembang lawas Iwan 'Yang Terlupakan' bertambah menarik dengan lengkingan suara Kaka yang cukup tinggi. Iwan Fals sendiri tetap dengan suaranya yang penuh kebijakan.Setelah itu, giliran Iwan yang menguasai panggung, sementara Slank beristirahat. Enam lagu lawas dibawakan pemilik nama Virgiawan Listianto selama 40 menit. Berbeda dengan Slank, musik penyanyi berusia 43 tahun lebih tenang dengan irama balada. Pesan moral disampaikan Iwan melalui lagu 'Manusia 1/2 Dewa', 'Doa' dan '15 Juli'.Sejam menjelang konser bubar, Slank kembali ke atas panggung. Bersama Iwan Fals, mereka mendendangkan tembang Bunga Kehidupan, Lembah Baliem, Makan Gak Makan, Orkes Sakit Hati, Pesawat Tempur, Bento, Bendera 1/2 Tiang dan terakhir Kesaksian. Mendengar penggabungan suara Kaka dan Slank, rasanya telinga menjadi damai. Sungguh sayang, konser perdamaian yang menyumbang Rp 2,9 milyar untuk Aceh itu diwarnai kerusuhan. Semoga ini menjadi kerusuhan terakhir, seperti harapan Iwan Fals, Slank serta semua pecinta perdamaian dimana pun... (ana/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads