Just Another Party With Ja Rule
Jumat, 22 Apr 2005 01:06 WIB
Jakarta - Kamis (21/4/2005) musisi hip hop asal Amerika, Ja Rule menggelar konsernya di Manhattan Club, Jakarta. Tanpa banyak variasi penampilan dan aksi yang mengejutkan, konser Ja Rule berlangsung just like another party on the club. Seperti sudah disadari oleh promotor Java Musikindo, musik hip-hop dan rnb walau kini cukup digemari tapi tetap memiliki penonton yang terbatas segmennya. "Ini pertamakalinya kita datangin artis dengan aliran musik hip-hop RnB seperti ini. Memang penggemarnya agak segmented. Tapi kita juga ingin tahu gimana responnya," ujar Adrie Subono bos Java Musikindo kepada detikhot. Dugaan akan terbatasnya penonton pada segmen tertentu terbukti pada saat konser berlangsung. Baju longgar merk terkenal, topi, ikat kepala, kalung bling-bling seakan menjadi pakaian wajib penonton konser Ja Rule. Masalah usia tak banyak berbeda dengan konser lainnya, tetap didominasi remaja usia SMP-SMA. Status sosial ekonomi, pastinya menengah keatas. Apalagi dengan lokasi konser yang bertempat di hotel bintang lima, penonton semakin tak khawatir untuk tampil full gaya. Kalau konser tetap di Tennis Indoor mungkin lain ceritanya dengan banyak preman dan calo parkir yang sangar seliweran dan siap menggoda cewek-cewek yang menggunakan pakaian seksi. Pokoknya pakaian penontonnya persis seperti pergi clubbing malam minggu. Konser dimulai tak lama setelah pukul 20:00, seperti telah dijanjikan, penonton pertama akan disambut oleh aksi DJ-Dj kondang Indonesia. Soul Menace, Trigger Production, dan The Rythym mencoba menghangatkan penonton dengan aksi musik yang menggoda untuk bergoyang. Penonton yang rata-rata langganan dugem di malam minggu pastinya sudah nggak asing dengan aksi para DJ ini. Dengan semangat mereka bergoyang mengikuti alunan musik dari para disc jockey. Satu jam berselang, aksi para DJ pun berakhir. Penonton yang sudah mulai panas disuguhi video opening dari Ja Rule. Menyambung lagu yang diputar di video tersebut, penyanyi bernama asli Jeffrey Atkins itu muncul ke atas panggung. Dengan tembang pembuka "Holla", penonton diajak untuk larut dalam suasana. Ja Rule tampil dengan kaus gombrong dan botol Champagne di tangan. Khas para raper dan musisi hiphop. Di atas panggung Ja Rule tak sendiri. Ada seorang penyanyi pendukung yang diperkenalkan Ja Rule sebagai sepupunya, seorang DJ, dan tiga orang "model" diatas panggung. Namun jangan dulu membayangkan model cantik dengan pakaian seksi berada di atas panggung. Model yang dibawa Ja Rule adalah tiga orang kulit hitam dengan badan sangar yang sepanjang konser hanya berdiri dan minum air mineral di atas panggung. Intinya, jika penonton party di bawah panggung, Ja Rule cs juga seakan menggelar party juga di atas panggung. Setelah "Holla", berbagai hits Ja Rule pun mengalir. Mulai dari "Wonderful", "On Time", "Put it on Me", "Im Real" sampai sebuah lagu milik TuPac Shakur, berjudul "So Much Pain" dimainkan oleh penyanyi yang juga bintang film itu.Buat pecinta setia Ja Rule yang bisa ditandai dari kostum-kostum hip-hopnya lagu ini pastinya sudah nggak asing lagi. Dengan semangat mereka mengikuti irama yang cukup sulit itu plus bergoyang tanpa henti. Berbeda dengan konser aliran lainnya, dalam konser hip-hop yang beraura party gemerlapan ini komunikasi verbal sepertinya tak terlampau penting dibandingkan dengan bahasa tubuh. Aksi Ja Rule yang goyang ke kanan dan ke kiri sambil sesekali menyanyikan lagu sudah cukup memuaskan para penonton yang juga melakukan hal sama. Sesekali DJ menghentikan musik dan memberikan kesempatan penonton untuk bernyanyi meneruskan lagunya. Jika demikian, koor pecinta Ja Rule pastinya kompak berkumandang dan sanggup membuat nominator Grammy Award itu tersenyum bangga. Walau cukup merugikan sang promotor Java Musikindo, pemindahan lokasi konser ke Manhattan Club Hotel Borobudur karena adanya Konferensi Asia Afrika bisa dibilang ada untungnya juga. Sesuai dengan suasana party ala clubbing malam minggu, tempat yang tak terlampau besar di Grand Manhattan terasa lebih menunjang. Jika tetap digelar di Tennis Indoor mungkin saja 'jiwa' konser ini tak terlalu terasa apalagi dengan jumlah penonton yang tidak terlampau besar. Secara keseluruhan, konser Ja Rule tak banyak meninggalkan kesan khusus. Penampilan Ja Rule yang tak banyak berubah sepanjang acara, menjadikan konser yang digelarnya malam ini tak banyak berbeda seperti suasana malam minggu di di berbagai tempat clubbing. Yeah well, its just like any other hip-hop Party. (fta/)











































