DetikHot

music

Satu Malam Tak Terlupakan Bersama Coldplay

Sabtu, 08 Apr 2017 06:34 WIB  ·   Dyah Paramita Saraswati - detikHOT
Satu Malam Tak Terlupakan Bersama Coldplay Foto: Pool/ Arum Kinanti.
Bangkok - Bagi banyak penggemarnya, Coldplay adalah daya tarik yang luar biasa. Seolah memiliki daya pikat, band ini mampu menghasilkan berbagai lagu yang begitu melekat di hati pendengarnya, sebut saja 'Yellow' hingga 'Hymn for the Weekend'.

Bukan tanpa alasan, band yang digawangi Chris Martin, Guy Berryman, Jonny Buckland, dan Will Champion ini memang memiliki katalog musik yang luas. Mulai dari lagu dengan nada lembut yang menyayat hati hingga lagu bertempo cepat yang mengajak penikmat berjingkrak mereka miliki semuanya.

Bagai memiliki magnet, penikmat musiknya pun rela menempuh jarak jauh hanya demi menyaksikan aksi kuartet British Rock idolanya tersebut secara langsung di atas panggung.

Konser tur 'A Head Full of Dreams' di Bangkok, Thailand adalah salah satu bukti dari betapa loyalnya para penggemar Coldplay kepada band pujaannya tersebut.

Bertempat di Rajamangala National Stadium pada Jumat (7/4/2017) para penggemarnya, yang bahkan tak hanya datang dari Thailand, namun juga beberapa negara lainnya di Asia Tenggara, sebut saja Malaysia dan tentu saja Indonesia, rela mengantre berjam-jam hanya untuk dapat menyaksikan aksi panggung dari band yang terbentuk di 1996 ini.

Pukul 5 sore, pintu gerbang pertunjukan telah dibuka. Akan tetapi, Jess Kent yang tampil sebagai pembuka barulah naik panggung pukul 8 malam.

Band pujaan yang dinanti pun akhirnya naik ke atas panggung. Dibuka dengan lagu 'A Head Full of Dreams' dan diakhiri dengan lagu 'Up&Up', Coldplay membayar lunas segala pengorbanan dan kesabaran para penggemarnya.

Mereka tampil membawakan sejumlah lagu, mulai dari album terdahulu hingga album terbaru, sebut saja lagu era 'Yellow', 'Fix You', dan 'In My Place', hingga lagu kekinian 'Something Just Like Us'. Keseluruhan lagu mereka bawakan dengan konsepnya sendiri-sendiri.

Penampilan mereka bisa dibilang nyaris sempurna. Tata panggung, lampu, kembang api, confetti, hingga visualisasi panggung membuat tampilan prima mereka semakin jauh dari cela dan kekurangan.

Bercerita Lewat Aksi Panggung

Jika boleh digambarkan dengan sebuah frasa, konser Coldplay di Bangkok kali ini adalah sebuah story telling. Hanya saja, story telling ala Coldplay diramu dengan begitu ciamik.

Setiap lagu yang dibawakan seakan membawa ceritanya masing-masing. Cerita tersebut seakan direpresentasikan oleh pemilihan warna yang menyala pada gelang, visualisasi layar di panggung, efek lampu, api dan asap di depan panggung, permainan bola aneka warna, kembang api, confetti, hingga gimmick yang dilakukan para personelnya di atas panggung.

Satu Malam Tak Terlupakan Bersama ColdplayFoto: Dyah Paramita Saraswati
Bayangkan lagu 'Everglow' yang diakhir lagunya menampilkan pidato Muhammad Ali yang begitu menyentuh, atau visualisasi hutan belantara pada lagu 'Clocks'. Ada pula aksi Chris Martin tidur terlentang sambil bernyanyi dan cahaya lampu merah dan oranye hingga aksi perjalan sempoyongan Chris Martin di akhir lagu 'Hymn for the Weekend'.

Jangan lupakan pula visualisasi dan efek warna yang terkesan sikedelik pada lagu 'Charlie Brown'. Melihat itu semua, tak berlebihan apabila detikHOT menyebut semua lagu yang mereka bawakan memiliki ceritanya sendiri.

Setlist yang Mengacak-acak Emosi

Apalah artinya performa dan aksi panggung yang baik apabila setlist lagu tak mendukung. Dalam sebuah konser, peranan setlist lagu sangat lah penting.

Setlist lagu lah yang akan menentukan apakah penonton akan ikut bernyanyi atau tidak selama pertunjukan berlangsung.

Jika memang demikian, maka lagu-lagu yang dipilih Coldplay untuk konser di Bangkok kali ini bisa dibilang berhasil. Hebatnya, bukan hanya berhasil membuat penonton ikut bernyanyi, urutan lagu yang dibawakan juga berhasil mengacak-acak emosi penonton.

Bayangkan setelah diajak berdengang sambil menikmati meriahnya letupan kembang api pada lagu 'Every Teardrop is a Waterfall', penonton dibawa dalam syahdunya lagu 'The Scientist'.

Atau setelah berjoget dengan lagu 'Paradise' versi remix, Coldplay menghidupkan suasana romantis lewat 'Always in My Head' dan 'Magic'.

Siapa pula yang menyangka setelah lagu menyuguhkan lagu 'Adventure for a Lifetime' lengkap dengan bola warna-warni yang berterbangan dan teriakan Chris Martin menyuruh semua orang melompat, lagu selanjutnya yang dibawakan adalah 'In My Place' yang lembut dan menenangkan.

Dalam konser ini, Coldplay juga memberikan penghormatan kepada mendiang musisi Inggris legendaris David Bowie dengan membawakan lagunya yang berjudul 'Heroes'.

Lagu 'Up&Up' yang ditempatkan menjadi lagu terakhir pun terasa pas untuk merangkum dan mengakhiri konser dengan klimaks yang khidmat.

Tak heran bilang teriakan, "Coldplay! Coldplay!" masih terdengar bahkan setelah keempat personelnya melakukan take a bow dan kemudian menghilang di balik panggung.

Sebuah konser yang mengesankan dan tak akan terlupakan.

Penasaran lagu apa saja yang Coldplay bawakan? Ini dia daftarnya:
- 'A Head Full of Dreams'
- 'Yellow'
- 'Every Teardrop is a Waterfall'
- 'The Scientist'
- 'Birds'
- 'Paradise'
- 'Paradise' (remix version)
- 'Always in my Head'
- 'Magic'
- 'Everglow'
- 'Clocks'
- 'Charlie Brown'
- 'Hymn for the Weekend'
- 'Fix You'
- 'Heroes' (David Bowie cover)
- 'Viva La Vida'
- 'Adventure for a Lifetime'
- 'In My Place'
- 'Don't Panic'
- 'Till Kingdom Come'
- 'Something Just Like This'
- 'A Sky Full of Stars'
- 'Up&Up'
(srs/dar)
Photo Gallery
1 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed