Rombongan konser tur terbaru milik grup rock papan atas, Slank bertajuk 'Slank Reog N Roll' tiba di Jakarta malam ini. Ribuan orang menjadi saksi kolaborasi nyentrik tersebut. Bertempat di Skenoo Hall Gandaria City, Jakarta Selatan, Jumat (16/10/2015), Slank menggelar 'Slank Reog N Roll'.
Sekitar 2,000 Slankers--sebutan penggemar Slank--sudah berkumpul sejak sore. Menunggu hingga pukul 20.30 WIB sampai akhirnya konser tersebut dibuka oleh tarian khas Betawi, Tari Topeng. Memang sejak awal, Kaka Cs sudah menegaskan bahwa konser 'Slank Reog N Roll' akan dipenuhi budaya tradisional Indonesia. Usai Tari Topeng, giliran kesenian asli Jawa Timur, Reog Ponorogo yang unjuk gigi.
Tepuk tangan penonton mengiringi sajian yang sepertinya sudah lama tak hadir di zaman modern ini. Bahkan, tak juga langsung naik panggung, band kelahiran 1983 itu lebih dulu membiarkan penontonnya menyaksikan seniman asal Aceh, yang juga terkenal sebagai pendongeng, PM Toh.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kesenian asli Jawa itu mengiringi Slank dalam lagu rock bertempo cepat, 'Bang Bang Tut'. Hebatnya, kolaborasi itu terlihat sangat apik meski berbeda zaman dan kultur. Tiba-tiba panggung 'Slank Reog N Roll' menggelap sesaat, perlahan terang, terlihat Ridho sendirian tanpa gitarnya.
Dia menggendong alat musik khas Kalimantan Timur, sampe. Lampu sorot bergerak ke sebelah Ridho, di sana seorang pria berdiri, tangannya sibuk memetik alat musik milik Pulau Rote, sasando. Lampu bergeser lagi menampakkan sosok sang drummer, Bimbim.
Mereka bertiga kemudian menyanyikan 'Indonesiakan Una'. Tak mau tradisional hanya sekedar menjadi 'tempelan' sematan. Sajian lainnya datang saat Slank memainkan 'Lembah Baliem. Lagu yang menceritakan rakusnya pengusa menghabisi alam Indonesia itu dimeriahkan oleh tarian khas Papua.
Kolaborasi indah itu semakin mempertegas makna lagunya. Disusul dengan lagu 'Piss' yang dimainkan berduet dengan kendang khas Batak. Hits bernuansa dangdut, 'Orkes Sakit Hati' tak ketinggalan memboyong kesenian Indonesia. Kali ini tarian Dayak, Kalimantan Timur yang berkolaborasi dengan seni khas Betawi, Ondel-ondel.
Panggung kembali penuh sesak dan ramai, ditambah sorak-sorai penonton yang tak juga berhenti. Kekayaan ranah seni Indonesia terakhir kali ditampilkan Slank dalam lagu 'Tonk Kosong'. Bersama kendang Sunda, Slank membuat harmoni segar. Sampai akhirnya konser 'Slank Reog N Roll' ditutup dengan lagu andalan 'Kamu Harus Pulang'. (mif/ich)











































