Warna-warni Musikimia di Album Penuh Pertama

Warna-warni Musikimia di Album Penuh Pertama

M. Iqbal Fazarullah Harahap - detikHot
Rabu, 16 Sep 2015 18:24 WIB
Warna-warni Musikimia di Album Penuh Pertama
Musikimia (Iqbal/detikHOT)
Jakarta - Grup musik Musikimia akhirnya resmi mengumumkan album penuh pertamanya. Setelah dua tahun sebelumnya, Musikimia hanya bermodalkan mini album berjudul 'Indonesia Adalah...'.

Sebelum dirilis pada Januari 2016, Musikimia bersama label Sony Music Indonesia lebih dulu mengizinkan para wartawan terpilih, termasuk detikHOT untuk mendengarkan keseluruhan materinya.

Ada 10 lagu yang dikerjakan oleh lima co-producer kenamaan, Stevie Item 'Deadsquad', Gugun 'Gugun Blues Shelter', Eben 'Burgerkill', Nikita Dompas dan Bondan Prakoso, sehingga menghasilkan musik beragam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bertempat di Blitzmegaplex Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (16/9/2015), album tanpa judul itu menyuguhkan karya kolaborasi Musikimia dan gitaris metal Stevie Item. Jadilah perpaduan musik rock keras yang menggema tanpa ampun, misalnya lagu 'Hitam Tak Selalu Gelap'.

Dua lagu yang digarap bersama Gugun dari Gugun Blues Shelter, sukses mengubah irama Musikimia menjadi lebih nge-blues. Bahkan Musikimia terdengar hilang.

Masih dari pentolan musik keras lainnya ada Eben dari Burgerkill. Cukup menarik karena ternyata paduan keduanya terdengar apik tanpa lebih unggul satu sama lain. Misalnya ketika kocokan gitar Eben yang khas metal tetap terdengar manis di agu berjudul 'Redam'.

Bersama Nikita Dompas, Fadly, Rindra, Yoyo dan Stephan Santoso dari Musikimia memainkan musik pop. Paling pop sepanjang albumnya. Salah satu lagu berjudul 'Dan Bernyanyilah' yang dikerjakan Nikita Dompas, yang dipilih sebagai debut singlenya nanti.

Terakhit, ada Bondan Prakoso yang mengerjakan dua lagu juga berjudul 'Tamansari Indonesia' dan 'Sebebas Alam'. Dua lagu itu diaransemen total jauh dari benang merah delapan lagu sebelumnya. Seperti 'Tamansari Indonesia', lagu milik Franky Sahilatua yang belum sempat dirilis, digubah bernuansa melayu rock.

"Konsepnya sejak awal memang mau lebih banyak kolaborasi. Bersenyawa dengan banyak musisi berkarakter. Hingga tercetuslah ide ini," ujar Fadly usai hearing session.

(mif/fk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads