Vilmei Menyesal Sering Maafkan Karyawan Nakal Usai Uang Rp 3 M Ditilap

Vilmei Menyesal Sering Maafkan Karyawan Nakal Usai Uang Rp 3 M Ditilap

Muhammad Ahsan Nurrijal - detikHot
Kamis, 03 Sep 2026 13:11 WIB
vilmei
Vilmei dan pengacaranya dalam media sosial miliknya. Foto: dok Instagram vilmei
Jakarta -

Konten kreator Vilmei, mengungkapkan penyesalan terkait sikap terlalu baik yang ditunjukkan kepada para karyawannya selama ini. Terlebih, kini uang kerja keras dari ngonten sebesar Rp 3 miliar diambil karyawan sendiri.

Di balik kasus pencurian tabungan tujuh tahun yang dilakukan oleh tersangka Z, terungkap ini bukan kali pertama Vilmei menjadi korban tindak kriminal di lingkungan kerjanya sendiri. Namun, kebiasaan yang selalu mengedepankan rasa kasihan dan kekeluargaan justru diduga menjadi celah bagi pelaku untuk melakukan aksi yang lebih nekat.

"Mungkin dia lihat aku ya, karena aku sebenarnya ini bukan pengalaman pertama aku di maling dan segala macam dan selama ini, mungkin itu salah aku juga karena selama ini aku biasanya gak take it serius," kata Vilmei saat ditemui di kawasan Bekasi, Jawa Barat, Rabu (2/9/2026) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Vilmei menjelaskan di masa lalu, setiap kali menemukan adanya selisih uang atau barang yang hilang, ia lebih memilih untuk mengikhlaskan. Alasan utama adalah hubungan yang sudah terjalin dengan para karyawannya.

"Karena menurut aku selama ini kerugiannya masih bisa aku ikhlasin lah. Kesalahan-kesalahannya dan orang-orangnya juga aku lumayan dekat lumayan, sayang jadi aku gak ada niat buat penjarain sama sekali," tuturnya .

Sikap lunak tersebut, ternyata berdampak pada persepsi pelaku saat kasus besar ini mulai terbongkar. Vilmei menceritakan di awal proses konfrontasi, Z bahkan sempat bersikap seolah-olah permasalahan ini tidak akan berbuntut panjang.

"Nah mungkin karena, dia melihat ini jadinya dia mikir awal-awal mungkin dia mikir 'Alah paling gua dikerjain doang' 'Paling ini bohongan gitu' makanya kelihatannya sih waktu itu nggak ada ngerasa bersalah ya," jelas Vilmei.

Kini, setelah mengalami kerugian hingga miliaran rupiah, Vilmei memutuskan untuk mengubah prinsipnya. Ia tidak lagi memberikan ruang damai bagi para pelaku.

Penahanan para tersangka, menjadi bukti nyata kalau dirinya kali ini benar-benar serius membawa masalah pengkhianatan ini ke meja hijau demi memberikan efek jera.

"Agak nggak tega juga cuma kita ngikutin prosedur dari kepolisian saja sih aku," pungkasnya.



(ahs/wes)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads