DetikHot

music

Pecah! Tulus, Nidji dan NOAH 'Goyang' Melbourne di Konser Soundsekerta 2015 (1)

Senin, 14 Sep 2015 08:31 WIB  ·   Hany Koesumawardani - detikHOT
Pecah! Tulus, Nidji dan NOAH Goyang Melbourne di Konser Soundsekerta 2015 (1)
Melbourne - Musisi Tulus, band Nidji dan NOAH menggoyang Melbourne Town Hall dalam konser Soundsekerta 2015 yang digelar Persatuan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) Monash. Pecah!

Konser Soundsekerta 2015 dimulai di Melbourne Town Hall, Melbourne, Victoria, Australia pada Minggu (13/9/2015) petang pukul 18.00 waktu Melbourne, demikian disaksikan detikcom yang ke Australia atas undangan Australia Plus ABC International. Antusiasme warga Indonesia, khususnya mahasiswa Indonesia di Australia terlihat sejak pintu masuk Town Hall.

Histeria sudah mulai tampak kala penyanyi jazz Tulus tampil diiringi pemain keyboard, bass dan drum yang dibawanya. Tampil rapi mengenakan kemeja batik lengan panjang dan celana hitam, Tulus berhasil membawakan total 8 lagu. 



Membuka konser dengan "Gajah", disusul "Baru", "Kisah Sebentar", "Bumerang" Tulus berhasil membuat penonton berdiri dari tempat duduknya pada lagu kelima, "Teman Hidup". Antusiasme ini disambut Tulus yang lantas berinteraksi dengan para penggemarnya yang mayoritas mahasiswa Indonesia di Australia. Dia sempat memanggil 3 penonton ke atas panggung, untuk menyanyi dan foto bersama.

Tulus juga sempat turun ke depan panggung menghampiri penonton. Kemudian lagu "Jangan Cintai Aku Apa Adanya", "1000 Tahun Lamanya", "Sepatu" membuat penonton histeris hingga lagu, "Sewindu".



"Saya belum pernah bawakan lagu ini sebelumnya, walaupun saya tidak hafal liriknya. Mudah-mudahan lagu ini membuat teman-teman ingat dan pulang ke Indonesia," akunya jujur yang lantas membawakan "Tanah Airku" yang diciptakan Ibu Sud sambil melihat contekan yang ditempel di panggung.

"Saya sangat terkesan malam ini, acaranya rapi, penontonnya asik, saya berharap bisa tampil kembali lagi di sini," tutup Tulus sebelum meninggalkan panggung.

Setelah Tulus turun panggung, suasana makin panas. Band Nidji langsung menghentak dengan lagu upbeat "Disco Lazy Time", yang sontak membuat penonton langsung bangkit dari tempat duduknya. Banyak di antaranya yang merangsek ke depan.



"Tangan di atas jangan turun ke bawah, tangan di atas jangan turun ke bawah," demikian ajakan Giring, sang vokalis yang mengenakan kaos hitam bercorak, jaket kulit hitam, jeans hitam, dan sepatu kets.

Lagu kedua, Nidji membawakan lagu "Ku Takkan Bisa", disusul "Arti Sahabat".

"Ketiga kalinya kita sudah diundang ke Melbourne, terima kasih teman-teman. Sukses untuk Soundsekerta," teriak Nidji yang lantas membawakan lagu "Child".

"Gue buatin lagu buat yang di sini, boleh? Buat kalian anak muda Indonesia yang sedang sekolah di sini, boleh?" teriak vokalis berambut kriwil yang menjadi khasnya itu.

Giring lantas membuat lirik-lirik bernada dengan menyelipkan pesan pada anak muda. "Kita jarang orang kaya. Kaya karena kerja keras. Bukan karena korupsi. Bukan karena korupsi," teriaknya yang ditirukan penonton.


(ron/tia)
Komentar ...
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed